PT. Gag Nikel Dinilai Memberikan Bantuan Tidak Tepat Sasaran

TIMURPOST.com, SORONG – Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) ditetapkan pada 10 Agustus setiap tahunnya pada keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2009. Hari peringatan Konservasi ini bertujuan untuk memberikan kesadaran serta edukasi tentang pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka memperingati HKAN tersebut, Anak usaha PT Aneka Tambang tbk (PT ANTAM) yaitu PT. Gag Nikel yang berada di pulau Gag, Kepulauan Raja Ampat Papua Barat. Pada 10 Agustus 2022 PT Gag Nikel Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat melaksanakan kegiatan penanaman mangrove yang bertempat di pulau Saonek Raja Ampat.

Selain Kegiatan tersebut, PT. Gag Nikel juga memberikan 1 unit kendaraan Operasional kepada Polres Raja Ampat pada hari yang sama, hal ini menjadi sorotan bagi tokoh Intelektual Muda Raja Ampat, Muh. Lubis yang merupakan putra asli dari Pulau Gag kepada media ini mengatakan bahwa, pemberian kendaraan itu tidak tepat sasaran. Sabtu, (13/08/2022).

“Pemberian bantuan kendaraan kepada polres Raja Ampat, menurut saya merupakan langkah yang kurang tepat sebab Kepolisian merupakan lembaga Negara yang penganggarannya jelas dari APBN,” Kata Muh. Lubis.

Menurut Lubis, PT. Gag Nikel semestinya memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lingkar tambang di pulau Gag terlebih dahulu sebelum melangkah keluar.

“Ini merupakan langkah yang di anggap kurang tepat sasaran, sebab masih banyak program yang belum terealisasi oleh PT. Gag Nikel dalam lingkup masyarakat lingkar tambang yang harus diprioritaskan salah satunya pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di pulau Gag,” Bebernya.

Lubis juga mengatakan bahwa, PT. Gag Nikel dinilai tidak serius dalam menyelesaikan masalah kesejahteraan masyarakat lingkar tambang yang belum maksimal semenjak 2018 hingga sekarang.

Bukan hanya itu, Putra daera asal Gag itu menilai PT. Gag Nikel tidak serius dalam menyelesaikan masalah kesejahteraan masyarakat lingkar tambang yang masih belum tersentuh secara maksimal, padahal PT. Gag Nikel telah beroperasi sejak tahun 2018 sampai saat ini, dan hasil yang di dapat cukup besar. Mengapa persoalan masyarakat lingkar tambang belum juga tersentuh secara baik dan menyeluruh.

“Anggaran CSR milik PT. Gag Nikel dan pihak terkait harus memperjelas program kesejahteraan kepada masyarakat lingkar tambang,” Tegasnya.

Belum lagi dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang di nilai tidak jelas pengelolaannya, yang mana seharusnya di kelola oleh pihak ketiga dalam hal ini yang tidak terikat dengan perusahaan itu sendiri. Sampai saat ini pun sosialisasi tentang program jangka panjang yang sering di sampaikan oleh pihak perusahaan tidak ada kejelasan.

“Saya berharap bahwa, PT. Gag Nikel harus lebih memperjelas dan memberikan jaminan kesejahteraan kepada masyarakat lingkar tambang,” Tutupnya Muh. Lubis,(12/10).

#tp/Zhara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *