Dorong Pengelolaan Sampah: Beyond Health Tekankan Bukti dan Partisipasi

Berita1357 Dilihat

POSTTIMUR.com, TERNATE- Beyond Health Indonesia mendorong Pemerintah Kota Ternate untuk segera menyusun roadmap pengelolaan sampah yang berbasis pada data dan bukti (evidence-based), serta melibatkan partisipasi publik yang bermakna.

Seruan ini mengemuka dalam forum daring “Public Health Insight” yang diselenggarakan oleh Beyond Health Indonesia dengan tema “Tata Kelola dan Perubahan Perilaku sebagai Pilar Transformasi Pengelolaan Sampah”. Minggu (18/5).

Forum tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk akademisi, praktisi, komunitas, pemerintah kota, dan perwakilan legislatif daerah.

Dalam paparannya, Nadhir Wardhana Salama, Founder Beyond Health Indonesia, menyoroti lemahnya penggunaan data dalam perumusan kebijakan persampahan di Ternate. Ia mengkritisi program-program edukasi yang dijalankan tanpa dasar data yang jelas mengenai kondisi pengetahuan masyarakat.

“Sering kali program disusun berdasarkan asumsi. Padahal seharusnya kita tahu dulu, misalnya, apakah memang pengetahuan masyarakat rendah? Berapa skornya? Targetnya mau ditingkatkan ke angka berapa? Program harus mengikuti prinsip SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-bound,” tegas Nadhir.

Senada dengan itu, Rhein Beresaby, konsultan manajemen dari Box of Thinking, mengungkapkan bahwa rendahnya kesadaran terhadap pentingnya data dapat membuat kebijakan publik kehilangan arah. “Tanpa dasar data, yang sering terjadi hanyalah debat tanpa akhir,” ujarnya.

Sementara itu, Risang Rimbatmaja, pendiri Forum KAP dan mantan spesialis perubahan perilaku UNICEF, menekankan perlunya pendekatan intervensi yang sistematis dan terukur dalam menangani isu sampah. Ia menegaskan bahwa masalah persampahan bukan semata soal individu, melainkan sikap kolektif dan sistem yang lebih luas. “Sampah bukan sekadar urusan personal. Ini soal sikap bersama dan sistem yang harus disesuaikan dengan strategi intervensi yang tepat,” katanya.

Pentingnya pelibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan juga menjadi sorotan Risang. Ia menilai bahwa partisipasi publik harus bersifat aktif dan bermakna, bukan sekadar formalitas.

Baca Juga:

Nasib Petani Pala di Tengah Gempuran Investasi

Oknum Karyawan Wings Air Diduga Lakukan KDRT Berulang, Istri Alami Luka Serius

Dalam diskusi tersebut, anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini dan berkomitmen untuk menampung aspirasi serta mendorong kebijakan lingkungan yang lebih baik. Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, sempat menghadiri forum, meski tidak mengikuti hingga selesai.

Beyond Health Indonesia menegaskan bahwa solusi efektif terhadap persoalan sampah hanya dapat dicapai melalui tata kelola yang baik, intervensi perubahan perilaku yang dirancang berbasis riset, dan kolaborasi lintas sektor. Organisasi nirlaba ini juga menyerukan agar data dan bukti dijadikan fondasi utama dalam setiap kebijakan dan program pengelolaan sampah di Kota Ternate.

“Tanpa pendekatan berbasis bukti dan partisipatif, transformasi pengelolaan sampah hanya akan menjadi wacana tanpa kemajuan nyata,” pungkas Nadhir.

Editor: Ikhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *