Mahasiswa Kubermas Unkhair Gelar Sekolah Rakyat di Makaeling: Alternatif Pendidikan di Tengah Ketimpangan Akses

Breaking News938 Dilihat

POSTTIMUR.com, HALUT- Mahasiswa Universitas Khairun Ternate yang tergabung dalam program Kuliah Berkarya Bermasyarakat (Kubermas) Tahap I tahun 2025, menginisiasi kegiatan Sekolah Rakyat di Desa Makaeling, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (17/7).

Kegiatan ini dilaksanakan di TPQ Desa Makaeling, dan dihadiri oleh anak-anak desa yang mengikuti sejumlah rangkaian pembelajaran. Mereka diajarkan oleh para mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair, bersama mahasiswa dari berbagai jurusan lainnya.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sosial, tetapi merupakan bentuk intervensi kritis terhadap ketimpangan akses pendidikan yang masih dialami masyarakat desa. Di tengah terbatasnya fasilitas dan perhatian negara terhadap pendidikan di wilayah pinggiran, mahasiswa justru hadir dengan inisiatif konkret untuk membuka ruang belajar yang inklusif dan bebas biaya.

Sriwildasari Suleman, Ketua Divisi Acara Mahasiswa Kubermas Desa Makaeling, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk pendidikan non-formal yang digagas untuk menjawab langsung kebutuhan masyarakat.

“Sekolah rakyat ini kami jalankan sebagai bentuk perlawanan terhadap realitas ketimpangan pendidikan di desa. Harus ada ruang belajar yang tidak dibatasi biaya, tidak bergantung pada negara maupun swasta, tetapi dibangun atas dasar kepedulian bersama,” ujar Sri.

Menurutnya, masih banyak anak di desa yang belum mendapatkan akses penuh terhadap pendidikan formal, baik akibat keterbatasan fasilitas, jarak, maupun kondisi ekonomi keluarga. Sekolah rakyat ada untuk menutupi kekurangan itu sebagai ruang belajar yang bebas, otonom, dan berlandaskan kebutuhan lokal.

Sekolah Rakyat tidak hanya berperan sebagai alternatif, tetapi juga sebagai simbol keberdayaan masyarakat dalam menentukan arah pendidikannya sendiri. Ia menolak logika komersialisasi pendidikan, dan lebih menekankan pada semangat gotong royong serta pembebasan pengetahuan. Kurikulum dan metode pembelajarannya bersifat fleksibel, disesuaikan dengan realitas dan aspirasi warga setempat.

Baca Juga:

Hilirisasi Nikel Mengubah Wajah Maluku Utara, Masyarakat Obi Tuntut Keadilan Pembangunan

Mahasiswa Unkhair Disambut Meriah di Desa Makaeling, Siap Bangun Desa Lewat Kolaborasi

Program ini bukan hanya tentang pengajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter, literasi sosial, serta peningkatan kesadaran anak-anak desa terhadap pentingnya pengetahuan. Di dalamnya, anak-anak diajak untuk berpikir kritis, mengenali potensi lokal, serta memahami konteks sosial di sekelilingnya.

Dokumentasi: Sesi Pengenalan Mahasiswa Kubermas Bersama Anak-anak Desa Makaeling.

Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi sindiran keras terhadap negara yang belum mampu menjamin pemerataan pendidikan hingga ke pelosok. Namun lebih dari itu, ia menjadi ruang harapan bahwa pendidikan yang adil dan membebaskan bisa dimulai dari gerakan kecil di akar rumput.

Mahasiswa Kubermas berharap, inisiatif ini bisa menginspirasi lahirnya gerakan serupa di desa-desa lain dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dalam membangun pendidikan dari bawah.

Editor: Ikhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *