Peka Nusantara Sukses Gelar Pengabdian Nasional: 55 Pemuda dari Seluruh Indonesia Turun Tangan di Maluku Utara

Breaking News1268 Dilihat

POSTTIMUR.com, HALBAR- Suasana Desa Sasur, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, disulap menjadi pusat semangat kolaborasi dan pengabdian pemuda nasional. Selama dua pekan, 16–31 Juli 2025, sebanyak 55 pemuda dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam program Eksplorasi Warisan Nusantara (EWN) #2 yang digagas oleh Yayasan Penggerak Katalisator Nusantara (Peka Nusantara).

Program ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengabdi di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal, dengan melibatkan langsung partisipasi masyarakat setempat.

Di sektor pendidikan, para peserta menghadirkan kelas kreatif di sekolah-sekolah desa, memperkenalkan budaya nusantara, sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus belajar dan bercita-cita tinggi.

Sementara di bidang lingkungan, berbagai aksi nyata dijalankan, seperti kampanye pelestarian alam serta pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi paving block dan pemanfaatan batok kelapa menjadi briket ramah lingkungan. Tak hanya itu, potensi pariwisata dan kuliner lokal juga diangkat untuk memperkuat identitas dan ekonomi desa.

Baca Juga:

Mahasiswa KKN dan Pemuda Makaeling Serukan Pembebasan 11 Pejuang Lingkungan Maba Sangaji

SBGN Malut Desak Kejati dan KPK Periksa Kadis, Kabid HI, dan Mediator Disnakertrans Provinsi

Kegiatan di bidang kesehatan menjadi salah satu sorotan utama. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat, panitia menggelar Medical Check-up (MCU) gratis untuk ratusan warga, dilengkapi dengan edukasi pola hidup sehat serta pencegahan penyakit menular.

Kemeriahan mencapai puncaknya dalam Malam Budaya, yang menyatukan peserta dan warga dalam tarian adat, musik tradisional, dan sajian kuliner khas desa. Acara ini menjadi simbol persatuan antara pendatang dan tuan rumah, yang dipenuhi semangat kekeluargaan dan kebersamaan lintas daerah.

Abdul Naser Parinduri, Founder Peka Nusantara, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat masyarakat:

“Maluku Utara, khususnya Desa Sasur, adalah desa luar biasa. Rasanya seperti saya dipanggil pulang untuk kembali ke sini. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah desa yang menerima kami dengan tangan terbuka. Kami tidak hanya datang untuk mengabdi, tetapi juga pulang membawa keluarga baru,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan EWN #2 ditutup dengan Trip Budaya Maluku Utara pada 25–31 Juli 2025. Dalam kegiatan ini, peserta diajak menjelajahi jejak sejarah dan budaya ke berbagai tempat bersejarah, termasuk Kerajaan Ternate, Jailolo, Tidore, hingga situs budaya lainnya.

Kini, bagi para peserta, Desa Sasur bukan lagi sekadar lokasi pengabdian, melainkan telah menjadi rumah kedua yang menyimpan kenangan, persahabatan, dan semangat untuk terus menjaga warisan budaya nusantara.

Editor: Ikhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *