Sumitronomics dan Visi Ekonomi Hati, Menakar Peran ISEI dalam Tranformasi Maluku Utara 

Oleh: Muhammad Fajri, S. SOS, MM, ME

Pengurus ISEI MALUKU UTARA

Dalam sebuah negara, manusia tidak hanya hidup sebagai individu, melainkan sebagai bagian dari entitas kolektif yang lebih besar. Lahirnya sebuah organisasi merupakan manifestasi dari naluri alamiah manusia sebagai makhluk sosial (zoon politikon) yang selalu berupaya untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama. Secara fundamental, organisasi muncul sebagai instrumen untuk menjembatani kesenjangan antara sumber daya yang terbatas dengan aspirasi masyarakat yang luas.

Organisasi merupakan instrumen paling vital dalam peradaban manusia untuk mencapai tujuan yang tidak dapat diraih secara individual. Dalam konteks kenegaraan, organisasi bukan sekadar struktur formal, melainkan sebuah mesin yang menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, dan pembangunan. Tanpa dukungan organisasi profesional, sebuah negara akan kehilangan kemampuannya untuk mengoordinasikan sumber daya dan menegakkan kedaulatan.

Di usia kemerdekaan Indonesia yang masi sangat muda saat itu, sebagai sebuah negara yang baru saja memproklamasikan kemerdekaannya, kedaulatan politik hanyalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang yang diupayakan. Sedangkan tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana mengisi kemerdekaan tersebut dengan tata kelola yang efektif, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan pelayanan publik yang berkualitas.

Sejalan dengan itu, di tengah-tengah euforia dan semangat kebebasan, seringkali memunculkan kesenjangan antara cita-cita besar bangsa dengan kapasitas teknis untuk mewujudkannya. Harapan untuk hadir dan lahirnya sebuah organisasi profesional sangat diharapakan yang kemudian menjadi pilar akan menguatkan struktur sebuah negara yang sedang berbenah penting untuk diinisiasi.

Melalui pikiran briliand dari bapak Sumitro Djojohadikusumo lahirlah sebuah organisasi profesinal, yang kemudian di beri nama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia yang di singkat (ISEI). Oraganisasi ini berdiri tepatnya pada tanggal 14 Januari 1955, yang lahir bukanlah sekadar membentuk organisasi profesi biasa, melainkan sebagai wadah kolektif bagi para intelektual untuk menjalankan misi patriotik dalam mengisi dan mengawal transisi ekonomi pasca-kolonial.

Selain itu, ISEI sebagai sebuah organisasi profesional berfungsi menjembatani teori-teori akademis yang didapatkan di universitas-universitas dengan kondisi realitas sosial yang terjadi. ISEI pada posisi sebagai organisasi kemudian diharapakan menjadi platform formal para ekonom untuk melakukan dialektika, sehingga arah pembangunan nasional-daerah tidak hanya ditentukan oleh kepentingan politik sesaat, melainkan didasarkan pada kajian ilmiah yang objektif dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Dalam konteks kontribusi kepada negara-daerah, ISEI dalam prespektif Somitro, yaitu menekankan pentingnya peran para sarjana ekonomi sebagai “suluh” dalam kegelapan sosiopolitik. Dalam pikiran dan gagasannya, para sarjana harus mampu menjadi katalisator bagi transformasi struktural. Sehingga wadah ISEI bermakna sebagai alat berkontribusi sekaligus pemberi rekomendasi kebijakan yang konkret untuk mengatasi dinamika sosial-ekonomi dan ketimpangan sosial.

Harapan besar dengan adanya ISEI, para sarjana ekonomi tidak hanya akan berbicara serta berdiskusi tentang stabilitas moneter saja, akan tetapi juga memikirkan bagaimana memperkuat basis produksi nasional-daerah agar Indonesia dan Maluku Utara tidak terus-menerus terjebak dalam ketergantungan terhadap barang impor dan hasil pertamabangan.

Sebagaimana gagasan Sumitro dalam bukunya Indonesia dalam Perkembangan Dunia : Kini dan Masa Datang (1976), ia mengingatkan bahwa “Masalah pembangunan pada akhirnya adalah masalah manusia.” Oleh karena itu, ISEI harus berkontribusi dalam mencetak pemikir ekonomi yang memiliki empati sosial tinggi. Selain itu, Organisasi ISEI harus menempatkan diri sebagai mitra strategi pemerintah yang konstruktif yang senantiasa hadir untuk memberi masukan, mengoreksi, dan pemberi solusi dan rekomendasi terhadap kemajuan daerah-negara.

Di era modern yang penuh dengan ketidakpastian global ini, kontribusi ISEI kepada negara harus diwujudkan dalam bentuk perumusan model ekonomi yang inklusif. ISEI perlu mengawal agar industrialisasi dan digitalisasi ekonomi saat ini benar-benar bisa menyentuh lapisan bawah, dengan memegang teguh semangat Sumitronomics, ISEI berkewajiban memastikan bahwa peran aktif negara dalam ekonomi tetap berada di jalur konstitusi demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Besar harapan dengan ISEI di Maluku Utara, akan mampu menjadi ruang intelektual yang menjembatani gagasan akademis dengan kebijakan praktis. Dengan menjunjung tinggi semangat kebersamaan, persaudaraan dan saling bahu-membahu dalam bekerja sama, ISEI diharapkan dapat merumuskan strategi pembangunan yang tidak hanya mengandalkan logika angka, tetapi juga melibatkan ketulusan hati untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh rakyat di bumi Moloku Kie Raha.

Sebagai penutup, semoga wadah ini menjadi kotributor bagi pembangunan yang beradab. Di mana setiap reokemdasi serta gagasan yang dilahirkan, merupakan buah dari niat suci untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat dan daerah. ISEI Maluku Utara akan menjadi alat pembangun ekosistem ekonomi yang tangguh untuk mewujudkan Maluku Utara bangkit, maju, sejahtera, berkeadilan dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *