Oleh: Rizal I. Muhammad, SE
Jubir The Salawaku
Di ufuk timur Indonesia berdiri kokoh sebuah klub profesionalisme dengan berlandasan identitas kedaerahan Publik Sepak Bola menyebutnya Maluku Utara United Football Club (Malut United FC), dalam perkembangan nya Malut United menjadi bahan perbincangan pecinta sepak bola nasional. Malut United bukan hanya sebuah klub yang menjadi kebanggaan bersama namun Malut United menjelma menjadi wadah kekeluargaan, kesosialan, dan kebersamaan. Tidak bisa dipungkiri secara bersama Malut United tumbuh dan berkembang menjadi sebuah harapan Publik Maluku Utara.
Dalam tiga tahun ini Laskar Kie Raha (Julukan Malut United) sudah menunjukan progress yang signifikan meskipun terbilang klub baru namun eksistensinya sudah diakui oleh pecinta sepak bola nasional mulai dari pola system menajemen yang sehat sampai pada perekrutan pemain profesional tentunya hal ini dilakukan oleh menajemen Malut United untuk menjawab tantangan dalam persaingan Liga Indonesia, patut kita berbangga usaha dan upaya menajemen Malut United adalah bagian dari menyenangkan serta menghibur hati publik sepak bola Maluku Utara yang terbaru menajemen Malut United saat ini sedang membangun kerja sama dengan klub raksasa eropa yakni SL benfica olehnya itu menurut hemat penulis langkah strategis ini dilakukan Malut United sebagai komitmennya membangun fondasi sepak bola jangka panjang melalui pengembangan akademi usia dini yang terstruktur dan berkelanjutan.
Tentunya kebijakan ini tidaklah instan dia bermuara pada proses aktualisasi pengembangan jangka panjang yang alamiah patut diparesiasi secara bersama didukung oleh sarana dan prasana penunjang yang memadai, penulis sangat yakin dari sinilah lahir pesepak bola-pesepak bola handal tak menutup kemungkinan sampai ke belahan benua eropa so pasti cikal bakal Timnas Indonesia dari berbagai kelompok usia. Mengutip kata Lionel Messi ‘’Kamu harus berjuang untuk mencapai impianmu. Kamu harus berkorban dan bekerja keras untuk itu.’’
Akan tetapi perlu di ingatkan sebagai bahan ikhtiar kita bersama bahwa dalam proses perekrutan para pemain usia dini tentunya harus se profesional mungkin dengan menghindari ‘’Tabiat orang dalam’’ guna mendapatkan serta memproduksi talenta-talenta muda para pesepak bola handal sebagaimana yang menjadi misi utama menajemen Malut United.
Kita semua berharap Malut United bisa menjadi lokomotif klub profesional yang pasti parameternya menajemen klub yang sehat serta bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sebagai sebuah klub layaknya klub mandiri yang maju dan sejahtera. TOMA…










