POSTTIMUR.COM, TERNATE- Sepinya Stadion Gelora Kie Raha dalam beberapa laga kandang Malut United menuai sorotan dari kelompok suporter. Juru Bicara The Salawaku, Rizal I. Muhammad, menilai kondisi tersebut perlu disikapi serius melalui dialog terbuka antara manajemen klub dan seluruh elemen suporter.
“Terkait dengan sepinya Stadion Gelora Kie Raha pada laga home Malut United, oleh karena itu perlu serta penting kiranya manajemen Malut United dan para kelompok suporter agar duduk bersama membicarakan problem kekinian,” ujar Rizal.
Ia menegaskan, peran suporter tidak bisa dipisahkan dari performa tim di lapangan.
“Suporter adalah pemain ke-12. Kehadirannya di stadion sangat penting sebagai spirit perjuangan untuk memenangkan pertandingan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal The Salawaku, Nyong Barakati, menilai minimnya animo penonton menjadi sinyal adanya persoalan yang harus segera dicari solusinya secara kolektif.
“Minimnya animo penonton dan sepinya Stadion Gelora Kie Raha akhir-akhir ini berarti ada yang salah. Sangat penting bagi semua pihak yang berkepentingan duduk satu meja untuk mencari formula jitu mengatasi hal ini,” ungkapnya.
Nyong Barakati berharap manajemen membuka ruang dialog yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap manajemen Malut United membuka ruang dialog, karena kita semua cinta Malut United,” tutupnya.
Dorongan dialog ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kembali ikatan antara klub dan suporter, sekaligus menghidupkan atmosfer kandang yang selama ini menjadi kekuatan Malut United.
















