Bantah Gelapkan Dana PIP Ratusan Juta, Mantan Kepsek SMA N 6 Haltim: Semua Sudah Disalurkan dan Ada Buktinya

POSTTIMUR.COM, HALTIM- Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Halmahera Timur, La Siali, akhirnya angkat bicara terkait tudingan dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) periode 2023–2025 yang menyeret namanya.

Dalam klarifikasi tertulis yang diterima media, La Siali membantah adanya dana sebesar Rp440,9 juta yang tidak disalurkan kepada siswa penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di publik tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Itu tidak benar karena anggarannya juga tidak sebesar itu, dan dana tersebut sudah disalurkan kepada siswa yang berhak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/02/2026).

La Siali juga menanggapi tuduhan yang menyebut dirinya sebagai penyebab macetnya pencairan dana PIP selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, proses pencairan selalu mengikuti mekanisme resmi dan dilakukan secara terbuka.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pendidikan di sekolah tersebut berlangsung transparan dan turut disaksikan berbagai pihak, termasuk insan pers di wilayah Halmahera Timur.

“Proses pembayaran sesuai prosedur dan diberikan kepada siswa yang berhak. Setiap penyaluran selalu didokumentasikan,” katanya.

Sebagai bentuk klarifikasi, La Siali juga menunjukkan dokumentasi berupa foto-foto penyaluran bantuan kepada siswa. Dalam dokumentasi tersebut tampak siswa menerima bantuan secara langsung serta menandatangani dokumen administrasi sebagai bukti penerimaan dana.

Ia menegaskan bahwa penyaluran dana PIP rutin dilakukan setiap tahun dan seluruh prosesnya memiliki bukti administrasi maupun dokumentasi kegiatan.

“Semuanya ada bukti. Penyaluran dilakukan dari tahun ke tahun dan selalu didokumentasikan,” tegasnya, menepis isu adanya dana bantuan yang digelapkan hingga ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah adanya laporan yang menyebut sebanyak 391 siswa tidak menerima hak bantuan pendidikan dengan estimasi kerugian mencapai Rp440.900.000. Namun, klarifikasi langsung dari mantan kepala sekolah tersebut memunculkan versi berbeda atas isu yang berkembang di masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *