Oleh: Sarmayanti Darmin
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Khairun
Perekonomian Indonesia merupakan hasil dari perjalanan sejarah yang panjang dan penuh dinamika. Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki jumlah penduduk yang besar, Indonesia sejatinya memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Namun, potensi tersebut tidak serta-merta menjamin kesejahteraan tanpa diimbangi dengan pengelolaan yang tepat. Dalam pandangan saya, perkembangan ekonomi Indonesia adalah cerminan dari bagaimana bangsa ini beradaptasi terhadap tekanan internal maupun eksternal dari masa ke masa.
Pada masa pra-kolonial, masyarakat Nusantara telah memiliki sistem ekonomi yang cukup terorganisir meskipun masih bersifat sederhana. Aktivitas seperti pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung kehidupan ekonomi. Keberadaan kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit dan Sriwijaya menunjukkan bahwa Indonesia sejak dahulu telah menjadi bagian penting dalam jaringan perdagangan internasional. Ini membuktikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia sebenarnya telah kuat sejak awal, meski masih berbasis pada sistem subsisten.
Namun, arah perkembangan ekonomi berubah drastis ketika bangsa Eropa datang dan menjajah. Masa kolonial menjadi titik balik yang cukup pahit dalam sejarah ekonomi Indonesia. Kebijakan seperti tanam paksa (Cultuurstelsel) menunjukkan bagaimana ekonomi dijalankan bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan untuk keuntungan penjajah. Dampaknya sangat nyata: kemiskinan, kelaparan, dan ketimpangan sosial yang tajam. Sistem ekonomi dualistik yang tercipta saat itu juga meninggalkan warisan struktural yang masih terasa hingga sekarang.
Memasuki masa awal kemerdekaan, Indonesia dihadapkan pada kondisi ekonomi yang sangat rapuh. Infrastruktur yang rusak, inflasi yang tinggi, serta ketidakstabilan politik menjadi tantangan besar. Pemerintah berupaya membangun kemandirian ekonomi melalui kebijakan nasionalisasi, namun hasilnya belum optimal. Bahkan, hiperinflasi pada pertengahan 1960-an menjadi bukti bahwa pengelolaan ekonomi saat itu masih jauh dari ideal.
Perubahan signifikan mulai terlihat pada masa Orde Baru. Pemerintah fokus pada stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang lebih terbuka terhadap investasi asing. Program pembangunan yang terencana berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Meski demikian, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sisi gelap berupa ketergantungan pada utang luar negeri serta maraknya praktik korupsi yang justru melemahkan fondasi ekonomi dalam jangka panjang.
Krisis moneter 1997–1998 menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Krisis tersebut tidak hanya mengguncang ekonomi, tetapi juga memicu perubahan besar dalam sistem politik dan tata kelola negara. Era reformasi kemudian membawa semangat baru, yaitu transparansi, demokratisasi, dan desentralisasi ekonomi melalui otonomi daerah. Dalam pandangan saya, fase ini menjadi titik penting bagi Indonesia untuk memperbaiki kesalahan masa lalu sekaligus membangun sistem ekonomi yang lebih inklusif.
Saat ini, Indonesia memasuki era modern yang ditandai dengan globalisasi dan digitalisasi. Perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai peluang baru, seperti ekonomi digital, e-commerce, dan industri kreatif. Sektor-sektor ini menjadi motor pertumbuhan baru yang mampu mendorong daya saing Indonesia di tingkat global. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal pemerataan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan menghadapi persaingan global.
Sebagai penutup, saya berpendapat bahwa sejarah perkembangan perekonomian Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Dari masa ke masa, Indonesia terus belajar dari pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan. Ke depan, kunci utama kemajuan ekonomi terletak pada pengelolaan yang bijak, inovasi yang berkelanjutan, serta komitmen untuk menciptakan kesejahteraan yang merata. Dengan langkah yang tepat, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar di masa depan.

















