POSTTIMUR.COM, TERNATE- Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, secara resmi melantik Firman Mudaffar Sjah sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale, Kamis (16/4/2026). Dalam kesempatan yang sama, Samin Marsaoly juga dikukuhkan sebagai Dewan Pengawas (Dewas).
Pelantikan yang berlangsung di kantor Perumda Ake Gaale ini menandai babak baru bagi perusahaan air minum milik daerah tersebut untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Usai dilantik, Firman menegaskan komitmennya untuk mentransformasi Perumda Ake Gaale menjadi perusahaan air minum yang modern, profesional, dan berkelanjutan. Ia menyebut langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat kinerja perusahaan.
“Pembenahan harus dimulai dari akar masalah. Kita ingin memastikan Perumda ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan karena menyangkut sumber air masyarakat,” ujarnya.
Fokus Pembenahan SDM dan Tata Kelola
Firman juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, reformasi internal harus dilakukan agar mampu menjawab tantangan ke depan.
Ia menegaskan bahwa sistem manajemen karyawan akan disesuaikan dengan regulasi terbaru terkait Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), mulai dari proses rekrutmen hingga pembenahan struktur organisasi.
Selain peningkatan pelayanan publik, Firman turut menargetkan Perumda Ake Gaale dapat menghasilkan laba sebagai bentuk kemandirian perusahaan.
Sorotan Efisiensi dan Kinerja Keuangan
Sementara itu, Dewan Pengawas Samin Marsaoly menekankan pentingnya efisiensi dan profitabilitas. Ia mengungkapkan bahwa selama 36 tahun berdiri, perusahaan tersebut belum memberikan kontribusi signifikan, meskipun dalam lima tahun terakhir sudah tidak lagi menerima penyertaan modal dari Pemerintah Kota Ternate.
Menurutnya, salah satu persoalan utama terletak pada tingginya belanja pegawai yang mencapai sekitar 40 persen dari total pendapatan.
“Setiap bulan, gaji pegawai mencapai Rp2,4 miliar dan biaya listrik sekitar Rp2 miliar. Ini harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Samin mendorong dilakukannya restrukturisasi, termasuk moratorium perekrutan karyawan baru serta penyesuaian komposisi belanja agar lebih berpihak pada operasional dan peningkatan layanan.
Penguatan Layanan Melalui Sumber Air Baru
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi keluhan pelanggan, Perumda Ake Gaale berencana mengembangkan sumber air baru di tiga lokasi strategis, yakni di belakang Kelurahan Tubo, Sango, dan Maliaro.
Proyek ini akan dijalankan melalui kemitraan dengan Balai Wilayah Sungai Maluku Utara. Kehadiran sumber-sumber baru tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air bersih, terutama bagi wilayah yang selama ini bergantung pada sumber air di Kelurahan Ngade.
Dengan kepemimpinan baru dan sejumlah langkah strategis yang disiapkan, Perumda Ake Gaale diharapkan mampu bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang tidak hanya melayani, tetapi juga mandiri dan berdaya saing. (*)

















