Rosita Alkatiri Resmi Jabat Plt Direktur RSUD Chasan Boesoirie

POSTTIMUR.COM, TERNATE- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie memasuki babak baru kepemimpinan. Proses serah terima jabatan dr. Rosita Alkatiri sebagai Pelaksana Tugas Direktur rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara itu berlangsung khidmat pada Rabu, 29 April 2026.

Serah terima jabatan dipimpin langsung oleh dr. Julys Giscard Kroons. Rosita yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Bidang Pelayanan resmi menggantikan posisi dr. Alwia Assagaf yang memimpin sejak 2022.

Penunjukan Rosita berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor 800.1.3.3/SP-MU/048/IV/2026 yang mulai berlaku efektif sejak 28 April 2026.

Dalam sambutannya, Julys menyampaikan apresiasi kepada Alwia atas dedikasi selama memimpin rumah sakit. Ia menilai sejumlah kemajuan berhasil dicapai, terutama peningkatan pelayanan serta pengadaan fasilitas kesehatan modern seperti CT Scan dan MRI.

“Semua itu berkat tanggung jawab dr. Alwia selaku direktur. Kami berharap beliau tetap memberi sumbangsih bagi pengembangan rumah sakit dan dunia kesehatan di Maluku Utara,” ujarnya.

Kepada Rosita, Julys menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan baru akan membawa RSUD Chasan Boesoirie semakin maju, modern, dan mampu menghadirkan pelayanan yang ramah serta humanis.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pegawai terhadap kepemimpinan baru. Menurutnya, keberhasilan direktur tidak akan tercapai tanpa kerja sama seluruh staf.

Selain pergantian pimpinan, Julys mengungkapkan rencana besar Pemprov Maluku Utara untuk mengalokasikan anggaran Rp50 miliar pada tahun ini guna pengembangan rumah sakit. Dana tersebut akan difokuskan pada perluasan ruang IGD yang dinilai tak lagi representatif, serta pengembangan ruang perawatan dan ruang VVIP setelah persoalan aset rampung.

Fokus Pembenahan Internal dan Pelayanan

Dalam pernyataan pertamanya kepada media, dr. Rosita Alkatiri menegaskan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“RSUD Chasan Boesoirie bukan hanya institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang pengabdian bersama. Karena itu dibutuhkan sinergitas seluruh elemen agar rumah sakit ini terus berkembang dan menjawab kebutuhan publik secara optimal,” katanya.

Rosita menegaskan, tantangan sektor kesehatan saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan kerja kolektif, budaya kerja yang sehat, serta kolaborasi lintas sektor.

Ia menyebut sejumlah fokus utama selama menjabat Plt Direktur, antara lain peningkatan mutu layanan pasien, pembenahan tata kelola internal, penguatan disiplin kerja, optimalisasi SDM kesehatan, hingga memperkuat fungsi rumah sakit sebagai pusat pendidikan, pelatihan, dan penelitian kesehatan di Maluku Utara.

“Kami menyadari membangun pelayanan kesehatan unggul membutuhkan proses dan dukungan bersama. Karena itu sinergi menjadi kunci kemajuan rumah sakit ini,” tegas alumnus Universitas Muslim Indonesia tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *