Oleh: Hariyati Husain
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Khairun
Perkembangan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan, tetapi di sisi lain juga membuka ruang bagi berbagai bentuk kejahatan baru. Salah satu modus yang belakangan meresahkan masyarakat adalah scam call hening, yaitu panggilan telepon dari nomor tidak dikenal yang ketika diangkat tidak mengeluarkan suara, lalu tiba-tiba terputus. Sekilas terlihat sepele dan hanya dianggap gangguan biasa, padahal bisa menjadi pintu masuk penipuan yang lebih serius.
Fenomena ini semakin sering terjadi. Banyak orang menerima telepon misterius tanpa suara, kemudian merasa penasaran dan memilih menelepon balik. Di sinilah pelaku biasanya mulai menjalankan aksinya. Mereka dapat mengarahkan korban pada penipuan lanjutan seperti pencurian kode OTP, phishing, hingga jebakan panggilan premium dengan biaya mahal.
Scam call hening pada dasarnya digunakan untuk memastikan apakah nomor seseorang masih aktif. Ketika korban mengangkat telepon, pelaku mengetahui bahwa nomor tersebut masih digunakan dan berpotensi menjadi target berikutnya. Nomor aktif ini bahkan bisa diperjualbelikan kepada jaringan penipu lain untuk kepentingan kejahatan digital berikutnya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, modus ini juga dapat berkaitan dengan penyalahgunaan teknologi modern seperti voice cloning atau peniruan suara berbasis kecerdasan buatan. Jika korban sempat berbicara saat menerima telepon, rekaman suara itu berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Walaupun belum semua kasus mengarah ke sana, ancaman ini patut diwaspadai.
Beberapa tanda scam call hening yang perlu dikenali antara lain panggilan berasal dari nomor asing atau luar negeri, tidak ada suara saat telepon diangkat, sambungan terputus dalam hitungan detik, serta panggilan dilakukan berulang kali. Tidak jarang setelah itu korban menerima SMS, pesan WhatsApp, atau telepon lanjutan yang mencurigakan.
Karena itu, masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan perangkat komunikasi. Jangan mudah menelepon balik nomor yang tidak dikenal. Hindari memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, atau informasi rekening kepada siapa pun melalui telepon. Jika merasa terganggu, segera blokir nomor tersebut dan manfaatkan fitur pendeteksi spam yang tersedia di ponsel.
Selain itu, edukasi digital juga perlu diperkuat di lingkungan keluarga. Orang tua dan anak-anak sering kali menjadi kelompok yang paling rentan karena belum memahami berbagai modus kejahatan siber. Kesadaran bersama menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman seperti ini.
Pada akhirnya, banyak kasus penipuan besar justru bermula dari hal kecil yang dianggap sepele. Scam call hening bukan sekadar telepon iseng, melainkan strategi awal pelaku untuk mencari korban. Oleh sebab itu, sikap waspada harus menjadi kebiasaan di era digital saat ini. Lebih baik mengabaikan panggilan mencurigakan daripada menyesal setelah menjadi korban.
















