POSTTIMUR.COM, HALUT- Pengembangan potensi lokal melalui Koperasi Merah Putih dinilai menjadi langkah strategis untuk mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing. Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Potensi Lokal Desa Melalui Koperasi Merah Putih untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Desa” yang diselenggarakan di Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun dan praktisi yang memberikan perspektif mengenai penguatan kelembagaan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa. Narasumber yang hadir antara lain M. Hasnin, SE., ME., Prof. Johan Fahri, SE., MPM., PhD., Irfandi Buamonabot, SE., M.Sc., dan Kasim Senen, SE., M.Si. Turut hadir Camat Galela Barat, Abdul Wadud Umar Show, SH, serta Pendamping Kabupaten, Ruswan Tomsio, SE, bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, M. Hasnin menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih harus menjadi instrumen utama dalam mengelola potensi ekonomi desa secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas akses pemasaran, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi desa.
Sementara itu, Prof. Johan Fahri menekankan pentingnya tata kelola koperasi yang modern, adaptif, dan berbasis inovasi. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan yang visioner, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Irfandi Buamonabot mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk mulai memetakan potensi unggulan yang dimiliki setiap desa. Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga berbagai usaha mikro berbasis kearifan lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kelembagaan koperasi sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Hal senada disampaikan Kasim Senen yang menyoroti pentingnya memperkuat kelembagaan koperasi melalui peningkatan kapasitas pengurus, pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta pemanfaatan teknologi digital. Ia meyakini transformasi digital akan membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk-produk desa di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.
Camat Galela Barat, Abdul Wadud Umar Show, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman pemerintah desa dan masyarakat mengenai strategi membangun ekonomi desa yang mandiri melalui koperasi.
“Melalui Koperasi Merah Putih, kami berharap seluruh potensi yang dimiliki desa di Kecamatan Galela Barat dapat dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pendamping Kabupaten, Ruswan Tomsio, menegaskan bahwa keberhasilan koperasi membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, pengurus koperasi, dan masyarakat menjadi kunci agar program yang dijalankan mampu berkembang sesuai kebutuhan masyarakat serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan semakin memahami peran strategis Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Dengan mengoptimalkan potensi desa secara kolaboratif dan berkelanjutan, Galela Barat diharapkan mampu melahirkan desa-desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi Kabupaten Halmahera Utara dari tingkat desa. (*)













