Bunga Telang Ternate: Potensi Herbal Lokal Menjadi Minuman Kekinian Bernilai Ekonomi

Oleh : Dr. Nurul Hidayah, SE,M.Si

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Khairun 

Kota Ternate tidak hanya dikenal sebagai kota rempah dan pusat sejarah perdagangan di kawasan Maluku Utara. Di balik kekayaan sejarah tersebut, Ternate juga memiliki potensi hayati yang menarik untuk dikembangkan sebagai sumber inovasi masyarakat. Salah satunya adalah bunga telang atau Clitoria ternatea, tanaman berbunga biru keunguan yang kini semakin populer sebagai bahan minuman herbal kekinian.

Bunga telang memiliki hubungan historis yang kuat dengan Ternate. Nama ilmiahnya, Clitoria ternatea, menunjukkan adanya jejak penamaan yang merujuk pada Pulau Ternate. Dalam beberapa literatur, bunga telang bahkan disebut memiliki riwayat asal dari Ternate. Namun, karena tanaman ini telah lama menyebar luas di berbagai wilayah tropis, penjelasan yang lebih hati-hati adalah bahwa bunga telang merupakan tanaman yang memiliki keterkaitan penting dengan Ternate, baik dari sisi sejarah penamaan maupun identitas lokal.

Potensi ini perlu dilihat sebagai peluang pengabdian kepada masyarakat. Tanaman yang selama ini tumbuh di pekarangan, pagar rumah, atau lahan kosong dapat dikembangkan menjadi produk sederhana yang bernilai ekonomi. Salah satu bentuk pengembangannya adalah mengolah bunga telang menjadi minuman herbal kekinian. Inovasi ini sesuai dengan tren masyarakat modern yang mulai menyukai produk alami, tampilan menarik, rendah pewarna sintetis, dan memiliki nilai kesehatan.

Keunggulan utama bunga telang terletak pada warna alaminya. Saat diseduh dengan air panas, bunga telang menghasilkan warna biru yang indah. Ketika ditambahkan perasan jeruk nipis atau lemon, warnanya dapat berubah menjadi ungu. Perubahan warna ini membuat minuman bunga telang memiliki daya tarik visual yang kuat, terutama bagi generasi muda dan pelaku usaha minuman rumahan. Dengan tampilan yang menarik, bunga telang dapat dikembangkan menjadi teh telang, es telang lemon, telang madu, telang susu, hingga minuman herbal modern berbasis bahan lokal.

Selain menarik dari sisi tampilan, bunga telang juga dikenal mengandung senyawa alami yang berpotensi mendukung kesehatan. Bunga ini banyak dikaji karena kandungan pigmen alami dan antioksidannya. Meski demikian, pemanfaatannya perlu disampaikan secara bijak. Bunga telang sebaiknya diperkenalkan sebagai minuman herbal pendukung pola hidup sehat, bukan sebagai obat pengganti pengobatan medis. Klaim kesehatan yang berlebihan perlu dihindari agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak menyesatkan.

Gagasan pengabdian masyarakat berbasis bunga telang di Kota Ternate dapat diarahkan pada edukasi, pelatihan, dan pendampingan usaha kecil. Masyarakat dapat dikenalkan pada cara menanam bunga telang di pekarangan, memanen bunga dengan benar, mengeringkan bunga secara higienis, membuat seduhan, menciptakan variasi rasa, hingga mengemas produk agar lebih menarik. Dengan proses sederhana, bunga telang dapat diolah menjadi produk bernilai jual, baik dalam bentuk minuman siap saji maupun bunga telang kering siap seduh.

Pengembangan produk ini juga dapat melibatkan kelompok ibu rumah tangga, pelaku UMKM, pemuda, mahasiswa, kelompok PKK, maupun komunitas masyarakat di Kota Ternate. Mereka dapat dilatih untuk membuat produk minuman herbal yang tidak hanya sehat dan menarik, tetapi juga memiliki identitas lokal. Dengan narasi “Bunga Telang Ternate”, produk ini dapat memiliki kekuatan cerita yang berbeda dari minuman herbal biasa.

Dari sisi ekonomi, peluang pengembangan bunga telang cukup terbuka. Produk minuman berbasis bunga telang dapat dipasarkan melalui kantin kampus, gerai UMKM, kegiatan bazar, warung kopi, toko oleh-oleh, dan media sosial. Kemasan yang menarik, nama produk yang mudah diingat, serta cerita lokal tentang Ternate dapat menjadi nilai tambah. Hal ini penting karena konsumen saat ini tidak hanya membeli rasa, tetapi juga membeli pengalaman, cerita, dan identitas produk.

Namun, pengembangan bunga telang sebagai minuman kekinian tidak cukup hanya mengandalkan keunikan warna. Masyarakat juga perlu didampingi dalam menjaga kualitas produk. Kebersihan bahan baku, penggunaan air yang layak, takaran gula yang tidak berlebihan, cara penyimpanan, masa kedaluwarsa, dan desain kemasan perlu diperhatikan. Jika produk ingin dikembangkan lebih luas, pelaku usaha juga perlu memahami perizinan sederhana, label produk, dan strategi pemasaran digital.

Pemanfaatan bunga telang juga dapat mendukung gerakan pemanfaatan pekarangan rumah. Tanaman ini relatif mudah tumbuh di wilayah tropis dan dapat ditanam di halaman rumah dengan perawatan sederhana. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat menjadi penyedia bahan baku. Model ini dapat memperkuat ekonomi keluarga dan mendorong kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal.

Kota Ternate memiliki peluang besar untuk menjadikan bunga telang sebagai bagian dari inovasi produk herbal lokal. Jika dikembangkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, bunga telang tidak hanya menjadi tanaman hias, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi kesehatan, kreativitas produk, dan pemberdayaan ekonomi. Inilah pentingnya melihat tanaman lokal sebagai sumber inspirasi pembangunan masyarakat.

Bunga telang menunjukkan bahwa potensi besar tidak selalu berasal dari sesuatu yang jauh dan mahal. Kadang, peluang itu tumbuh di sekitar rumah, di pagar pekarangan, dan di tanah yang selama ini kurang diperhatikan. Dengan sentuhan kreativitas, pendampingan, dan keberanian berinovasi, bunga telang dapat menjadi minuman kekinian yang membawa identitas Ternate sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed