POSTTIMUR.COM, TERNATE- Kepedulian terhadap persoalan lingkungan ditunjukkan oleh 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahap I Universitas Khairun (Unkhair) yang bertugas di Kelurahan Kastela, Kota Ternate. Dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Jambula, kordinator lapangan, Fauzan Mansur, mewakili kelompoknya menyampaikan langsung aspirasi masyarakat terkait persoalan pengelolaan sampah kepada perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Aspirasi tersebut juga mendapat perhatian saat mahasiswa berkesempatan bertemu dan disapa langsung oleh Sherly Tjoanda.
Dalam dialog tersebut, Fauzan Mansur menyampaikan hasil observasi awal mahasiswa KKN yang menemukan bahwa pengangkutan sampah di Kelurahan Kastela masih dilakukan hanya sekali dalam sepekan. Kondisi tersebut menyebabkan sampah rumah tangga kerap menumpuk di lingkungan permukiman warga dan berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Ia juga menjelaskan bahwa Kelurahan Kastela saat ini hanya memiliki satu unit kendaraan roda tiga (viar) sebagai armada pengangkut sampah. Sayangnya, kendaraan tersebut sudah mulai mengalami kerusakan sehingga pelayanan pengangkutan sampah belum dapat berjalan secara optimal.
Berangkat dari kondisi tersebut, Fauzan Mansur bersama rekan-rekan mahasiswa KKN Unkhair Kelurahan Kastela mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat mempertimbangkan penambahan armada pengangkut sampah. Menurut mereka, penambahan unit viar akan memungkinkan pengangkutan sampah dilakukan lebih rutin, minimal tiga kali dalam seminggu atau bahkan setiap hari, sehingga persoalan penumpukan sampah yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat teratasi.
Usulan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan nyata masyarakat sekaligus wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa berharap hasil observasi dan aspirasi yang mereka sampaikan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan di Kelurahan Kastela.
Di sela-sela kegiatan, mahasiswa KKN Kelurahan Kastela juga berkesempatan berfoto bersama Gubernur Sherly Tjoanda. Dalam suasana yang hangat, Gubernur menyapa para mahasiswa dan menanyakan perkembangan program kerja yang sedang mereka jalankan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Fauzan Mansur menjelaskan bahwa kelompok KKN masih berada pada tahap observasi lapangan untuk memetakan kebutuhan dan persoalan masyarakat secara menyeluruh sebelum memasuki tahap pelaksanaan program kerja. Menurutnya, proses pemetaan ini penting agar seluruh program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan persoalan sampah dan kebersihan lingkungan.
Bagi mahasiswa KKN Unkhair Kelurahan Kastela, perhatian langsung dari Gubernur Maluku Utara menjadi motivasi untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mereka berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan pengelolaan sampah di Kelurahan Kastela. (*)
















