POSTTIMUR.COM, TERNATE – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ternate terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi strategis bersama Biokonversi dan Wahana Visi Indonesia (WVI). Rabu (5/8/2026).
Sinergi ini diwujudkan melalui Program Ketahanan Pangan Masyarakat (KETAPANG MAS) yang berfokus pada pemanfaatan pekarangan produktif sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Biokonversi menyerahkan bantuan berupa bibit cabai, bibit terong, serta berbagai produk pendukung budidaya tanaman yang akan dimanfaatkan pada demplot pekarangan produktif di halaman Gedung Wanita Sekretariat TP PKK Kota Ternate. Tidak hanya menyediakan sarana produksi, Biokonversi juga memberikan pendampingan teknis mulai dari persiapan media tanam, teknik budidaya, penggunaan pupuk hayati, hingga perawatan tanaman agar hasil panen lebih optimal.
Sementara itu, Wahana Visi Indonesia berperan sebagai mitra pemberdayaan melalui berbagai program peningkatan kapasitas kader dan pengurus TP PKK Kota Ternate. Program yang telah difasilitasi meliputi Gender Inclusive Financial Literacy Training (GIFT) atau Pelatihan Literasi Keuangan yang Inklusif Gender serta Pelatihan Kepemimpinan Perempuan. Kedua program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan keluarga, memperkuat kepemimpinan, memperluas peran perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi rumah tangga, sekaligus mendorong terwujudnya kesetaraan gender dan inklusi sosial.
Ketua TP PKK Kota Ternate, Ny. Marliza M. Tauhid, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terbangun antara TP PKK, Biokonversi, dan Wahana Visi Indonesia.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Biokonversi atas dukungan sarana budidaya serta kepada Wahana Visi Indonesia yang telah memfasilitasi berbagai kegiatan peningkatan kapasitas bagi kader PKK. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ketahanan pangan keluarga dan masyarakat,” ujar Ny. Marliza M. Tauhid.
Melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya cabai dan terong, program KETAPANG MAS diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, menekan pengeluaran rumah tangga, serta mendukung upaya Pemerintah Kota Ternate dalam mengendalikan inflasi, khususnya akibat fluktuasi harga komoditas hortikultura.
Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pembangunan, dan sektor swasta dapat menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan mengedepankan pemberdayaan perempuan, peningkatan literasi keuangan, penguatan kepemimpinan, serta pemanfaatan pekarangan produktif, diharapkan semakin banyak keluarga di Kota Ternate yang mandiri, tangguh, dan berdaya, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan serta stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)









