POSTTIMUR.COM, TERNATE – Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Teknik Universitas Khairun (Unkhair) tahun ini. Alih-alih mengawali perjalanan akademik di dalam ruang kelas, ratusan mahasiswa baru langsung diterjunkan ke tengah masyarakat melalui aksi bersih-bersih pesisir dan bakti sosial di rumah ibadah.
Di sepanjang garis pantai Kota Ternate, para mahasiswa baru tampak memungut sampah, membersihkan lingkungan pesisir, serta bergotong royong mempercantik masjid. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Mengusung semangat “Pesisir Ternate sebagai Ruang Kelas Tanpa Dinding”, Fakultas Teknik Unkhair menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda sejak hari pertama. Mahasiswa diajak memahami bahwa ilmu teknik bukan sekadar kumpulan rumus dan perhitungan, melainkan instrumen untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
Presiden BEM Fakultas Teknik Unkhair, A. Moh. Rafsan D. Abjan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan nilai solidaritas, kebersamaan, sekaligus membangun kepekaan sosial mahasiswa sejak awal memasuki dunia perkuliahan.
“PKKMB kali ini bukan hanya mengajarkan solidaritas, kekompakan, dan kekeluargaan. Kami ingin adik-adik mahasiswa baru menyadari bahwa mahasiswa dibentuk dari kepekaan nurani. Menjaga pesisir dan merawat masjid adalah laboratorium pertama mereka untuk memahami ruang hidup masyarakat Ternate,” ujarnya.
Aksi sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Kehadiran mahasiswa baru yang turun langsung membersihkan lingkungan dan merawat fasilitas ibadah dinilai menjadi contoh nyata bahwa perguruan tinggi mampu hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, bahkan sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di kampus.
Melalui kegiatan ini, PKKMB Fakultas Teknik Unkhair berhasil memadukan dua nilai penting dalam dunia pendidikan tinggi, yakni kecerdasan intelektual dan kepedulian sosial. Di bawah langit Ternate dan di sepanjang pesisir yang menjadi saksi semangat pengabdian, mahasiswa dari tujuh program studi di Fakultas Teknik memulai perjalanan akademiknya dengan aksi yang berdampak langsung bagi lingkungan.
Momentum tersebut menjadi pesan kuat bahwa mahasiswa teknik bukan hanya calon insinyur yang akan membangun infrastruktur, tetapi juga agen perubahan yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan. Dari pesisir Ternate, mereka memulai langkah pertama untuk mengabdi, belajar, dan berkarya bagi daerah dan bangsa. (*)








