POSTTIMUR.COM, TIDORE — Musim kemarau yang melanda wilayah pegunungan di Kota Tidore Kepulauan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kelurahan Topo mengambil langkah cepat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Pemerintah Kelurahan Topo menggandeng pihak swasta untuk menyalurkan bantuan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam merespons krisis air yang terjadi selama musim kemarau.
Kepala Kelurahan Topo, M. Ade Bahtiar, mengatakan penyaluran air bersih kali ini merupakan tahap ketiga dari kerja sama dengan pihak swasta, yakni Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bobato.
Pada tahap ketiga ini, bantuan menyasar sekitar 65 rumah warga, dengan masing-masing rumah mendapatkan 3.200 liter air bersih. Jika dihitung secara keseluruhan, volume bantuan mencapai sekitar 208.000 liter air.
“Kalau sebelumnya bantuan dari BPR dan BPRS, yang ketiga ini dari KSP Bobato di bawah kepemimpinan Bapak Kasman Abdullah, SP., M.Si. Bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Ade.
Menurutnya, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan pihak swasta dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Selain bantuan dari pihak swasta, masyarakat Kelurahan Topo juga mendapatkan dukungan langsung dari Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui program bantuan air bersih.
“Untuk saat ini ada juga program bantuan air bersih dari Pemda Kota Tidore Kepulauan yang masuk ke Kelurahan Topo. Ini merupakan bantuan langsung dari Pemda Kota Tidore Kepulauan,” jelasnya.
Ade berharap dukungan berbagai pihak dapat terus berlanjut selama kondisi kekeringan masih terjadi. Menurutnya, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan pelayanan, tetapi menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar warga di wilayah pegunungan tidak semakin kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Dengan adanya bantuan tersebut, warga Kelurahan Topo diharapkan dapat tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mengurangi beban masyarakat yang terdampak krisis air bersih. (*)
