Foto : Hasby Salasa
Oleh : Hasby Salasa
(Ketua Bidang PAO PB FORMMALUT Jabodetabek)
Kini kekuatan para investasi mulai mecuat, tempat leluhur telah hilang di telan limba dan polusi, tempat yang dulunya di perjuangkan dan dititipkan ke anak Cucuh hanya jadi cerita ilusi.
Mau bagaimana lagi tanah yang dulunya kaya akan rempah-rempah dan jadi tempat berteduh bagi para leluhur semua suda sirna, tanah yang penuh dengan sejara, kini suda jadi wajangan untuk para investasi.
Adanya teknologi dan kekuatan teknologi investasi mampu mengalahkan 1000 mantra dan tarian perlawanan kala itu, mantra dan tarian perlawanan yang duluhnya melumpuhkan VOC kini hanya jadi cerita untuk anak negeri hari ini.
investasi hanya tau bagaimana cara mengenspoitasi dan mengeksplorasi bahan yang belum jadi dan suda jadi, investasi tidak perna merasakan sakit, yang merasakan sakit hanya para Kapita dan para sangadji.
Investasi hanya berpegang teguh dengan misinya dan keteguhanya karena bekerja sama dengan Pemerintah, datang mengelolah hasil dan menghancur negeri ini. Mereka akan pergi untuk selamanya dan menigalan sakit dan luka untuk kita.
Demikian pula dengan Pemerintah, tidak akan perna merasakan betapa sakitnya tempat leluhur dijadikan sebagai penampung Limba dan pengespor nikel. Pemerintah hanya tau bekerja sama dan membagi-bagi hasil dengan Investasi.
Seandainya Pemerintah tau jikalau hadirnya investasi hanya bencana bagi masyarakat dan pemerintah itu sendiri, maka pemerintah tidak akan perna membebaskan sekian ribu lahan dan mengijinkan invetasi mengexpotasi kekayaan yang selama ini di perjuangkan oleh para leluhur.
Serpihan Sya’ir Lalayon untuk para investasi dan Pemerintah. Dari mana Turunnya Linta dari Gunung Turun ke Kali, Dari mana Turunnya Pemberontakan Dari kita turun ke nasa.
Dari sekian ribuh kalimat hanya mantra dan cakalele yang akan kulantunkan dan persembehkan untuk para investasi dan Pemerintah musnakanlah negeri kami dengan kekuatan teknologi dan kecangian teknologi.
Kami akan hancurkan kalian dengan Tarian CAKALELE dan Kekuatan Mantra/Doti kami. Karena yang kami punya hanyalaha itu, tapi mampu menaklukan 1000 Meriam kapal layar para VOC hari itu dan jadi cerita sampai hari ini.











