Mengapa Perlu Gerakan Selamatkan Golkar

Opini2031 Dilihat

Oleh : Muhammad Syukur Mandar
(Ketua Gerakan Baru Golkar)

Golkar hari ini cerminan Golkar hari esok.  Pepatah ini tepat dialamatkan pada Golkar. Tanpa disadari, dari waktu ke waktu, papulasi dukungan suara pemilih Golkar makin berkurang/menurun. Perolehan kursi DPRpun seiring waktu disetiap edisi pemilu terus menerus jumlahnya berkurang. Dari kacamata perolehan suara, Partai Golkar sudah kalah dengan Partai Gerindra,  Partai besutan Tokoh Punggawa Golkar Prabowo Subiyanto.

Padahal kita ketahui bersama bahwa kapasitas para mantan Ketua Ketua Umum sebelum AH jauh lebih mumpuni, seperti JK, dan ARB.  Itu saja mereka tidak mampu menghantarkan Golkar diposisi pemenang pemilu. Mohon maaf apalagi sosok AH,  yang hemat saya kapasitasnya jauh dari kapasitas JK dan ARB. Tentu saja jauh lebih sulit bagi Golkar untuk keluar dari krisis perolehan suara saat ini.

Golkar hari ini, mengalami penyakit politik yang maha akut. Komplikasi penyakit politik Golkar dibawah kepemimpinan AH, melengkapi semua gejala penyakit Golkar  dari waktu waktu, ibaratnya tinggal menunggu kehancuran Golkar. Peluang Golkar semakin terbuka menuju ke jalur Partai Gurem dimasa masa yang akan datang. Pada konteks ini, sesungguhnya tidak dalam kerangka saya menyebarkan pesimisme pada semua kader dan simpatisan Golkar. sebaliknya kekuatiran saya ini memiliki alasan fundamental dan kontekstual dengan apa yang sedang dialami Golkar saat ini dibawah komando AH.

Karena itu saya tidak heran, jika survey tentang posisi politik Golkar saat ini semakin menunjukan trend penurunan suara. Yang justru membuat saya terheran-heran adalah pemaksaan dukungan pada AH sebagai Capres dengan nilai survey dukungan publik 0 koma. Artinya bahwa Golkar saat ini bukan saja kehilangan akal sehat, tetapi lebih dari itu, Golkar sudah mengunci diri pada ambisi AH dan kroni untuk menguasai dan memanfaatkan Golkar demi kepentingan sesaat dan kelompknya saja. Golkar yang diharapkan sebagai kekuatan politik penyeimbang dalam kancah politik kebangsaan Indonesia, nampak nyata mulai punah.

Gejala kejatuhan Golkar yang terbesar adalah sikap yang ditunjukan para Tokoh Tokoh Utama Golkar yang dikenal pengaruhnya di Golkar, dimana mereka nampak ikut merawat dan menutupi berbagai masalah serius yang dihadapi, baik oleh AH secara pribadi maupun  AH dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Golkar. Saya mengumpamakan di Golkar saat ini, nyaris tak ada lagi tokoh panutan, tokoh yang berani bicara dalam tutur yang sesuai kenyataan. Bahwa degradasi Golkar secara politik dibawah kepemimpinan AH adalah ancaman nyata dan membahayakan Golkar.

Dan yang membuat kami kader muda Golkar miris adalah para pentolan Tokoh Tokoh Golkar tersebut mengajak kepada para kader untuk solidkan barisan untuk menangkan AH menjadi Presiden dipemilu 2024.

Selain banyak masalah politik Golkar, misalnya mati suri di parlemen, pasif menyikapi persoalan bangsa, Golkar makin terpuruk dengan style kepemimpinan AH yang elitis, arogan dan mau dilayani, skandal skandal yang diduga kuat melilit AH, itu semua sudah menjadi epicentrum masalah dan akut.  Karenanya Golkar akan sulit selamat dari tangan AH, justru sebaliknya akan makin terpuruk.

Ada gejala disfungsi rasionalitas politik Golkar, kesalahan meletakkan narasi, bagaimana bisa orang yang angka surveynya 0 koma, banyak skandal yang melilitnya, publik sudah mengenali dan menjastisnya, dijadikan Tokoh dan diusung sebagai Capres dan ikon Partai.   Antara keinginan dan tujuan politik Golkar ada gap dan sama sekali tidak simetris secara akal sehat. Disinilah saya katakan perlu upaya segera selamatkan Golkar sebelum Golkar musnah dalam dekapan ambisi AH dan kroninya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *