POSTTIMUR.com, HALTENG- Kebijakan bantuan biaya pendidikan gratis yang digagas oleh program IMS-ADIL mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya dari Karmila Sinen, perempuan asal Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah.
Karmila yang saat ini tengah menempuh studi doktoral, menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah visioner yang sangat membantu generasi muda dalam meraih pendidikan tinggi.
“Saya sangat mengapresiasi program bantuan pendidikan gratis ini. Bagi kami yang berasal dari daerah, ini adalah harapan besar untuk bisa menempuh pendidikan tanpa harus terbebani biaya,” ujar Karmila saat diwawancarai, Senin (2/6).
Karmila bukanlah sosok baru di dunia pendidikan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Universitas Muhammadiyah Ternate pada jurusan Ilmu Pemerintahan, dan lulus tahun 2015. Ia kemudian melanjutkan studi magister (S2) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan berhasil meraih gelar pada tahun 2018.
Karier akademiknya terus menanjak. Pada awal tahun 2020, Karmila langsung dipercaya menjadi dosen Ilmu Pemerintahan sekaligus menjabat sebagai Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan di Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Politik Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
“Bantuan pendidikan gratis ini membuat saya semangat dan percaya diri sehingga saya melanjutkan studi S3 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, jurusan Pemerintahan,” ungkap Karmila, Senin (2/6).
Karmila berharap program ini bisa terus berlanjut dan menyasar lebih banyak pelajar serta mahasiswa berprestasi dari daerah-daerah terpencil di Indonesia.
“Sebagai pendidik, saya melihat langsung bagaimana banyak mahasiswa kesulitan menyelesaikan studi karena keterbatasan biaya. Karena itu, kebijakan IMS-ADIL ini patut didukung karena memberikan solusi konkret,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk menciptakan akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Ikhy











