‎Hasby Yusuf Bawa Aspirasi Pendidikan Maluku Utara ke Kementerian Pendidikan Tinggi

POSTTIMUR.COM, HALTIM_ Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Maluku Utara, Senator Hasby Yusuf, menyampaikan sejumlah aspirasi strategis kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia di Jakarta pada Selasa 4 September 2025. Usulan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pemerataan akses pendidikan di wilayah Maluku Utara.

‎Dalam pertemuan tersebut, Senator Hasby Yusuf menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan pendidikan tinggi di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), terutama di Pulau Morotai. Salah satu poin utama yang ia sampaikan adalah permohonan perubahan status Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri (PTN), sebagaimana tertuang dalam surat bernomor 06/B-128/DPDRI/XI/2025.

‎Menurut Hasby, perubahan status UNIPAS menjadi PTN merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai.

‎“UNIPAS memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi berbasis pengetahuan di wilayah perbatasan. Dengan enam fakultas dan sebelas program studi berakreditasi Baik serta dosen berpendidikan S2 dan S3, kampus ini layak memperoleh status negeri,” ujar Hasby.

‎Selain UNIPAS, Hasby juga mengajukan pembukaan Program Studi Magister Kenotariatan di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Baca Juga : Hasby Yusuf Desak RUU Perlindungan Guru: Stop Kriminalisasi, Wujudkan Upah Minimum Guru

‎Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan peningkatan jumlah notaris di kawasan timur Indonesia, terutama di Maluku Utara, yang dinilai masih rendah dibandingkan provinsi lain.

‎Tidak berhenti di sana, Senator Hasby Yusuf juga mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Khairun, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan kedokteran di daerah. RSP Unkhair akan dibangun di atas lahan hibah seluas 2,5 hektare dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dengan total anggaran sekitar Rp 542,4 miliar.

‎Rumah sakit tersebut dirancang sebagai fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan riset modern. Berdasarkan rancangan yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 31 Tahun 2022, RSP Unkhair akan dilengkapi dengan UGD, poliklinik, ICU, laboratorium, ruang kuliah, dan ruang rawat inap hingga tujuh lantai.

‎Melalui langkah-langkah ini, Senator Hasby Yusuf menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Maluku Utara.

‎Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat pengembangan sumber daya manusia, meningkatkan daya saing daerah, serta mempercepat transformasi ekonomi berbasis pendidikan dan inovasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *