‎Drama Semifinal: Mitra Muda Jinakkan PT JAS 2-1

POSTTIMUR.COM, HALTIM_ Alfatar Cup II kembali menghadirkan kisah heroik. Di semifinal yang digelar di lapangan Baturaja Kecamatan Wasile pada Minggu, 16 November 2025, Mitra Muda FC wakil Desa Talaga Jaya, Kecamatan Wasile Selatan mengukir sejarah manis setelah menumbangkan PT JAS, tim yang dikenal bertabur pemain apik dan berpengalaman.

‎Di bawah komando pelatih bertangan dingin Mufti Lambutu, dibantu dua asisten anyar Fajri Lambia dan Sadirin, Mitra Muda tampil seperti tim yang sedang dalam misi besar. Semua strategi, transisi, hingga intensitas permainan mereka berjalan padu dan menusuk. Bahkan, PT JAS yang sebelumnya diunggulkan tak mampu membendung konsistensi permainan tim muda ini.

‎Sejak kick-off, Mitra Muda FC tampil percaya diri. Baru memasuki menit-menit awal, Wahyu pemain bernomor punggung 18 mencetak gol pembuka melalui penyelesaian klinis yang membuat kiper PT JAS hanya terpaku.

‎Tekanan tak berhenti di situ. Menjelang turun minum, Erwin, gelandang bernomor punggung 6, kembali memaksa PT JAS menunduk lewat sepakan terukur yang membawa Mitra Muda unggul 2-0. Suasana tribun pecah, sementara PT JAS terlihat mulai kehilangan arah permainan.

‎Memasuki babak kedua, PT JAS mencoba mengubah jalannya pertandingan. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan melalui sebuah gol cepat. Namun setelahnya, Mitra Muda FC mengunci kembali permainan, meredam setiap serangan, dan mempertahankan kontrol hingga peluit panjang dibunyikan.

‎Pertandingan berakhir 2-1 untuk Mitra Muda FC hasil yang memastikan mereka melaju ke partai final.

‎Di final, mereka akan menantang The Foxsis, yang sebelumnya menang lewat drama adu penalti 2–3 atas Fayaul FC.

‎Pelatih Mufti Lambutu tampil penuh haru namun tetap berwibawa selepas pertandingan. Dengan nada yang tegas namun penuh kebanggaan, ia mengatakan, “Anak-anak bermain dengan hati. Kami datang bukan sebagai favorit, tapi sebagai tim yang percaya pada proses. Strategi berjalan sempurna, disiplin mereka luar biasa. Final bukan hadiah ini hasil dari kerja keras yang kami bangun bertahun-tahun.”

‎Asisten Pelatih sekaligus pengurus Karang Taruna Mitra Muda, Fajri Lambia, menuturkan kisah emosional di balik tim tersebut “Mitra Muda ini dibentuk sejak 2015. Setiap ikut event di luar, kami selalu gugur di 16 besar atau 8 besar tidak pernah sampai final. Jadi capaian ini luar biasa. Kebanyakan pemain adalah teman-teman pengurus Mitra Muda, ditambah beberapa pemain dari luar. Kami optimis dan sudah berniat, kalau tahun ini tidak lolos final, Mitra Muda akan launching ganti nama tim. Tapi hari ini semua kerja keras terbayar.”

“Mitra muda kali ini dibentuk dari proses yang sangat panjang, displin dan percaya diri. Kami optimis menang di laga final nanti,” pungkas Fajri.

‎Perjalanan panjang, jatuh-bangun bertahun-tahun, akhirnya menyentuh puncaknya Mitra Muda FC resmi menginjak final untuk pertama kalinya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *