POSTTIMUR.COM, TERNATE- Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) ke-V Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ekonomi Universitas Khairun resmi dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025 untuk agenda pembukaan, dan dilanjutkan dengan sidang pleno pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Kepengurusan: Memperkuat Kesadaran Kolektif Menuju Rayon Ekonomi yang Adaptif dan Visioner” ini dipusatkan di Sekretariat Mahasiswa Dolik, Gambesi.
Ketua panitia RTAR ke-V, M. Subhan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan RTAR merupakan hasil kerja kolektif seluruh panitia yang bekerja maksimal sejak persiapan hingga penutupan.
“Alhamdulillah kegiatan RTAR ke-V PMII Rayon Ekonomi Unkhair telah terselesaikan. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh sahabat/i panitia yang berkontribusi penuh. Terima kasih juga kepada sahabat Riski Mansur selaku Demisioner ketua rayon, yang telah menjalankan masa khidmat dengan penuh kontribusi terhadap gerakan organisasi. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar tetap amanah dalam mengemban tanggung jawab,” ujar Subhan.
Ia juga menegaskan bahwa tema RTAR tahun ini menjadi langkah pembaruan dalam tubuh PMII untuk menghadapi tantangan zaman. Subhan kemudian mengucapkan selamat kepada ketua rayon terpilih masa khidmat 2025–2026, seraya berharap amanah tersebut dapat dijalankan sesuai ketentuan organisasi dan tetap menjunjung nilai-nilai Ahlusunnah wal Jamaah.
Sementara itu, ketua terpilih PMII Rayon Ekonomi Unkhair periode 2025–2026, Arman Rani, menegaskan bahwa RTAR merupakan agenda konstitusional yang penting dalam regenerasi organisasi.
“RTAR merupakan agenda tahunan yang telah diatur dalam AD/ART PMII. Tema yang diangkat tahun ini lahir dari kesadaran bahwa anggota Rayon Ekonomi harus mampu menyesuaikan diri dan menjawab tantangan, baik secara pemikiran maupun kesiapan organisasi. Sudah saatnya PMII, khususnya Rayon Ekonomi, beradaptasi dengan kondisi dan situasi era globalisasi,” jelas Arman.
Ia menambahkan bahwa merawat organisasi adalah tanggung jawab kaum intelektual.
“Kaum intelektual harus mengambil peran kepeloporan dan bertanggung jawab terhadap persoalan sosial maupun proses kaderisasi. Merawat organisasi berarti merawat generasi,” tegasnya.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru, PMII Rayon Ekonomi Unkhair diharapkan mampu melanjutkan tradisi pergerakan yang progresif, adaptif, dan visioner sesuai tuntutan zaman serta kebutuhan anggota dan kader.










