Subuh Mencekam di Ternate: Gerobak Pentolan Kuah Terbakar Hebat

Daerah, Kota Ternate, Opini1247 Dilihat

Oleh: Umul Nafiah M. Yamin

Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Khairun

Subuh yang seharusnya menghadirkan suasana tenang justru berubah menjadi mencekam. Kobaran api yang melahap sebuah gerobak pentolan kuah di kawasan Stadion Ternate bukan sekadar peristiwa kebakaran biasa, melainkan pengingat keras tentang rentannya usaha kecil terhadap risiko yang kerap dianggap sepele.

Di balik insiden tersebut, tersimpan kisah perjuangan ekonomi rakyat kecil. Gerobak pentolan kuah bukan hanya sarana berdagang, tetapi sumber penghidupan bagi pemiliknya. Ketika gerobak itu terbakar, yang hilang bukan sekadar benda fisik, melainkan harapan, pendapatan harian, dan mungkin kestabilan ekonomi sebuah keluarga. Ironisnya, penyebab seperti kompor gas sering dipandang sebagai hal lumrah, padahal justru menjadi sumber bahaya yang paling sering luput dari perhatian.

Peristiwa ini membuka mata bahwa keselamatan usaha kecil masih menjadi persoalan serius. Banyak pelaku usaha menggunakan peralatan seadanya tanpa standar keamanan memadai. Bukan karena mereka abai, tetapi karena keterbatasan modal dan minimnya edukasi mengenai keselamatan kerja. Dalam kondisi ekonomi yang serba sulit, prioritas utama sering kali hanya bagaimana usaha tetap berjalan, sementara aspek keamanan terabaikan.

Di sisi lain, respons cepat petugas pemadam kebakaran patut diapresiasi. Namun, penanganan setelah kejadian tentu tidak cukup. Pencegahan jauh lebih penting daripada sekadar memadamkan api. Edukasi mengenai penggunaan kompor gas yang aman, pemeriksaan rutin peralatan, hingga penyediaan alat pemadam sederhana perlu menjadi kebiasaan yang dibangun bersama, bukan sekadar pilihan.

Kejadian subuh itu seharusnya tidak berhenti sebagai kabar sesaat. Insiden tersebut perlu menjadi momentum refleksi bersama bahwa di balik usaha kecil yang tampak sederhana, tersimpan risiko besar yang membutuhkan perhatian serius. Sebab satu percikan api saja dapat mengubah segalanya hanya dalam hitungan menit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *