POSTTIMUR.COM, TERNATE- Insiden kebakaran hebat yang melanda SMA Negeri 7 Kota Ternate di Kelurahan Takofi, Kecamatan Moti, Kota Ternate, pada Senin malam (4/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIT, menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan setempat. Sebanyak tujuh ruangan sekolah yang terdiri dari ruang administrasi (kantor) dan ruang Kepala Sekolah hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran ini terjadi di tengah momentum pasca ujian sekolah dan menjelang semester kenaikan kelas, menjadikannya pukulan berat bagi guru dan siswa. Aktivitas belajar mengajar dipastikan terdampak akibat kerusakan fasilitas yang cukup parah.
Menanggapi peristiwa ini, Yusri A. Boko mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, M.Si., untuk segera mengunjungi lokasi kejadian sebagai bentuk empati sekaligus tanggung jawab moral terhadap dunia pendidikan di wilayah kepulauan.
“Guru dan siswa di SMAN 7 butuh dukungan langsung. Apalagi Moti ini memiliki keterbatasan akses, berbeda dengan wilayah lain yang lebih mudah dijangkau,” ujar Yusri.
Ia juga menyoroti minimnya perhatian terhadap sekolah tersebut, baik sejak masih berada di bawah kewenangan pemerintah kota maupun setelah dialihkan ke pemerintah provinsi. Menurutnya, hingga kini belum terlihat upaya konkret untuk menjadikan sekolah tersebut sebagai prioritas pengembangan pendidikan.
“Sejak menjadi Plt hingga definitif sebagai Kadikbud, belum pernah ada kunjungan langsung ke Moti. Ini momentum penting, apalagi terjadi di tengah suasana Hari Pendidikan Nasional. Kadikbud wajib turun langsung,” tegasnya.
Yusri menambahkan, SMA Negeri 7 Kota Ternate merupakan sekolah menengah atas pertama di Kecamatan Moti yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Ia khawatir, jika tidak ada langkah cepat, akan muncul stigma bahwa sekolah di wilayah kepulauan dianaktirikan.
“Ini bukan sekadar musibah, tapi ujian bagi perhatian pemerintah. Jangan sampai muncul kesan bahwa SMA di Moti tidak menjadi prioritas Dikbud Malut,” pungkasnya. (*)










