POSTTIMUR.com, TERNATE- Ambruknya talud penahan tanah di RW 02, Kelurahan Moti Kota, memicu kekhawatiran masyarakat setempat dan menjadi sorotan tajam dari kalangan pemuda dan mahasiswa. Salah satunya, Muis Ade, mahasiswa asal Moti Kota, secara terbuka mengkritik lambannya respons Pemerintah Kota Ternate, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dalam menangani persoalan yang dinilainya sangat mendesak dan berisiko tinggi terhadap keselamatan warga.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur yang rusak, tapi soal keselamatan warga yang dipertaruhkan. Pemerintah tidak boleh diam. Di mana tanggung jawab moral dan hukumnya?” tegas Muis Ade, Senin (23/6).
Menurut Muis, talud tersebut sebelumnya telah ditinjau oleh dinas terkait, namun tidak ada langkah konkret yang diambil hingga saat ini. Padahal, wilayah RW 02 merupakan kawasan rawan longsor, terutama saat musim hujan tiba. Akibat hujan deras yang terjadi dari Sabtu siang hingga Minggu malam, jarak antara aliran sungai dan rumah warga kini tersisa hanya sekitar dua meter.
Ia menilai, kasus ini mencerminkan adanya ketimpangan perhatian antara wilayah pusat kota dan wilayah kepulauan seperti Moti.
Baca Juga:
Krisis Guru di SMA Negeri 9 Ternate: Siswa Terabaikan, Tata Kelola Pendidikan Provinsi Dipertanyakan
Demi Keadilan, Anggota DPD RI, Minta Bebaskan 11 Warga Maba Sangadji
Menurutnya, wilayah kepulauan yang memiliki risiko geografis tinggi justru kerap diabaikan dalam hal pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
“Jangan sampai masyarakat pulau hanya diingat saat pemilu, tapi dilupakan saat mereka butuh perlindungan dan pelayanan dasar,” lanjutnya.
Muis mendesak Wali Kota Ternate untuk segera memerintahkan instansi terkait agar turun langsung ke lokasi dan melakukan tindakan cepat sebelum bencana yang lebih besar terjadi. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi atas kebijakan pembangunan kota yang selama ini dinilai belum berpihak secara adil kepada masyarakat kepulauan.
“Kalau talud ini tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin akan ada longsor yang menimpa rumah-rumah warga. Dan jika itu terjadi, siapa yang akan bertanggung jawab?” pungkasnya.
Warga Moti Kota berharap pemerintah tidak lagi menunda-nunda penanganan dan segera mengambil langkah nyata demi keselamatan bersama.
Reporter: Ikhy










