Oleh: Dhea Ayundira Malik
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Khairun
Di tengah pesatnya arus modernisasi dan semakin kompleksnya kebutuhan hidup masyarakat, keberadaan tradisi lokal sering kali dianggap sebagai warisan budaya semata. Padahal, banyak tradisi yang sesungguhnya masih memiliki relevansi kuat dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satu contoh nyata dapat ditemukan di Kelurahan Jambula melalui tradisi arisan Maku Gasalaha, sebuah praktik sosial yang tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menjadi mekanisme ekonomi berbasis kebersamaan.
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam membangun solidaritas sosial dan menghadapi tantangan ekonomi. Di Jambula, Maku Gasalaha hadir sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang mampu mengintegrasikan nilai sosial dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Bagi masyarakat Jambula, Maku Gasalaha bukan sekadar kegiatan mengumpulkan dan membagikan dana secara bergiliran. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi ruang perjumpaan sosial yang memperkuat rasa kekeluargaan, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama. Dalam setiap pertemuan arisan, masyarakat tidak hanya membicarakan urusan keuangan, tetapi juga mempererat hubungan sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Nilai kebersamaan menjadi unsur utama yang tercermin dalam tradisi ini. Setiap anggota memiliki posisi yang setara dan saling bergantung satu sama lain untuk menjaga keberlangsungan arisan. Kehadiran rutin dalam pertemuan dan komitmen membayar iuran menunjukkan bahwa keberhasilan Maku Gasalaha bertumpu pada rasa percaya dan tanggung jawab kolektif. Di sinilah modal sosial masyarakat terbentuk dan terus dipelihara.
Selain itu, tradisi ini juga mencerminkan tingginya solidaritas sosial masyarakat Jambula. Ketika ada anggota yang menghadapi kebutuhan mendesak, dana arisan dapat menjadi solusi yang membantu tanpa harus bergantung pada pinjaman berbunga atau lembaga keuangan formal yang terkadang sulit diakses oleh sebagian masyarakat. Dengan demikian, Maku Gasalaha berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang lahir dari kesadaran bersama untuk saling membantu.
Dari sisi ekonomi, manfaat tradisi ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Dana yang diperoleh melalui arisan sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, hingga modal usaha kecil. Bagi banyak keluarga, Maku Gasalaha menjadi alternatif sumber pembiayaan yang lebih mudah, aman, dan berbasis kepercayaan.
Dalam perspektif ekonomi kelembagaan, Maku Gasalaha merupakan bentuk lembaga informal yang berkembang secara alami di tengah masyarakat. Keberadaannya menunjukkan bahwa masyarakat mampu menciptakan mekanisme ekonomi sendiri untuk mengatasi keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Tradisi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai sosial seperti kepercayaan dan gotong royong dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.
Namun, tantangan terhadap keberlangsungan tradisi ini tidak bisa diabaikan. Perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, dan meningkatnya individualisme di kalangan generasi muda berpotensi mengurangi partisipasi masyarakat dalam tradisi lokal. Jika tidak ada upaya pelestarian, bukan tidak mungkin Maku Gasalaha akan kehilangan daya tariknya di masa mendatang.
Karena itu, menjaga keberadaan Maku Gasalaha bukan hanya soal mempertahankan sebuah tradisi, tetapi juga menjaga sistem sosial dan ekonomi yang telah terbukti membantu masyarakat selama bertahun-tahun. Generasi muda perlu diberi pemahaman bahwa tradisi ini bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga sarana membangun solidaritas, kepercayaan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, Maku Gasalaha mengajarkan bahwa kekuatan masyarakat tidak selalu terletak pada besarnya modal yang dimiliki, melainkan pada kemampuan untuk saling percaya, bekerja sama, dan berbagi. Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, nilai-nilai tersebut justru menjadi fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang tangguh, harmonis, dan sejahtera. Tradisi Maku Gasalaha adalah bukti bahwa budaya lokal masih memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Jambula hingga hari ini.















