POSTTIMUR.COM, TIDORE- Komitmen dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal terus ditunjukkan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen FEB Unkhair menyerahkan dua unit mesin parut kepada kelompok pelaku UMKM sagu di Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) di kawasan wisata Kelurahan Guraping ini mengusung tema “Optimalisasi Tata Kelola Kelembagaan UMKM Sagu dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Mandiri di Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan.” Program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 24 peserta yang merupakan ibu-ibu pengrajin sagu mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan pendampingan mengenai penguatan kelembagaan UMKM, peserta juga menerima dukungan sarana produksi berupa dua unit mesin parut untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.
Ketua tim PKM, Prof. Johan Fahri, mengatakan bahwa bantuan mesin parut diharapkan mampu mempercepat proses produksi sagu, meningkatkan efisiensi kerja, serta menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.

“Mesin parut ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku UMKM sagu. Dengan kapasitas produksi yang meningkat, kami berharap usaha sagu di Guraping semakin berkembang dan mampu menjadi penggerak ekonomi mandiri masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, FEB Unkhair berharap potensi sagu sebagai komoditas unggulan daerah dapat terus dikembangkan. Penguatan kelembagaan UMKM yang didukung teknologi tepat guna diyakini akan menciptakan usaha yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bukti nyata peran Universitas Khairun dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. (*)











