Manajemen dan Lot-Lot; Ketika Keberuntungan Hanya Dilihat dari Akhir Cerita

Opini39 Dilihat

Manajemen dan Lot-Lot; Ketika Keberuntungan Hanya Dilihat dari Akhir Cerita

Hartaty Hadady (Akademisi Manajemen Investasi, Unkhair)

Kalau pertandingan masih imbang, nanti masuk lot-lot (adu pinalti)”.

Kalimat itu masih sangat melekat dalam ingatan saya. Ayah saya, seorang mantan pemain sepak bola yang kemudian menjadi pelatih, hampir selalu mengucapkannya ketika bercerita tentang pertandingan-pertandingan yang berakhir tanpa pemenang. Sebagai anak kecil, saya tidak pernah bertanya apa arti lot-lot. Yang saya pahami saat itu hanyalah perubahan suasana. Nada bicara ayah menjadi lebih serius, seolah-olah pertandingan baru saja memasuki babak yang paling menentukan.

Bertahun-tahun kemudian saya baru memahami bahwa lot-lot adalah istilah yang akrab di kalangan pesepak bola dan pencinta sepak bola di Ternate untuk menyebut babak adu penalti. Sebuah fase yang oleh banyak orang dianggap sebagai pertaruhan nasib. Lima penendang, satu penjaga gawang. Sebelas meter yang memisahkan antara kemenangan dan kekalahan.

Di mata penonton, lot-lot sering dipersepsikan sebagai permainan keberuntungan. Bola bisa saja mengarah ke kanan atau ke kiri. Penjaga gawang bisa menebak dengan tepat atau justru bergerak ke arah yang salah. Dalam hitungan detik, seorang pemain berubah menjadi pahlawan atau sebaliknya menjadi sosok yang paling disalahkan.

Namun, semakin saya dewasa, semakin saya menyadari bahwa lot-lot sesungguhnya bukan tentang keberuntungan.

Seorang pemain yang berdiri di titik penalti tidak datang hanya bermodal harapan. Ia membawa ribuan jam latihan, pengalaman menghadapi tekanan, kegagalan yang pernah dialami, serta keyakinan yang dibangun dari proses panjang. Begitu pula dengan seorang penjaga gawang. Ia tidak sekedar menebak arah bola, tetapi belajar membaca kebiasaan lawan, bahasa tubuh penendang, hingga momen terbaik untuk bergerak.

Yang tampak sebagai keberuntungan dihadapan penonton sesungguhnya adalah puncak dari persiapan yang tidak pernah mereka saksikan.

Pelajaran itu ternyata tidak hanya hidup di lapangan hijau. Dalam dunia bisnis, saya sering mendengar orang berkata, “Usahanya maju karena sedang beruntung.” Ketika seorang pelaku usaha berhasil membuka cabang baru, ketika sebuah perusahaan berkembang pesat, atau ketika seorang investor memperoleh keuntungan yang besar, kata beruntung sering kali menjadi penjelasan yang paling mudah.

Padahal, yang terlihat hanyalah babak lot-lot.

Orang lain tidak melihat malam-malam ketika laporan keuangan harus diperiksa berulang kali. Mereka tidak melihat kegelisahan saat arus kas mulai menipis, keputusan-keputusan sulit yang harus diambil ketika pasar berubah, atau keberanian mempertahankan usaha ketika banyak orang memilih menyerah. Yang mereka lihat hanyalah keberhasilan pada garis akhir.

Sebagai seseorang yang menekuni bidang manajemen investasi, saya semakin percaya bahwa dunia investasi juga memiliki lot-lot-nya sendiri. Ada saat ketika seorang investor memutuskan untuk membeli atau menjual aset di tengah ketidakpastian. Dari luar, keputusan itu tampak seperti perjudian. Namun dibaliknya terdapat proses yang Panjang yaitu membaca laporan keuangan, memahami kondisi industri, mengukur risiko, dan menunggu momentum yang tepat. Ketika hasilnya baik, orang menyebutnya keberuntungan. Padahal, yang sesungguhnya bekerja adalah disiplin, pengetahuan, dan kesabaran.

Di sinilah saya mulai memahami makna lain dari cerita ayah saya.

Mungkin beliau tidak sedang mengajarkan cara memenangkan adu penalti. Mungkin beliau sedang mengajarkan bahwa kehidupan akan selalu menghadirkan lot-lot-nya sendiri. Akan ada saat ketika semua persiapan selesai dilakukan, semua perhitungan telah dibuat, dan keputusan harus diambil. Pada titik itulah kita diperhadapkan pada keberanian.

Sepak bola mengajarkan bahwa adu penalti bukan sekadar soal keberuntungan. Bisnis mengajarkan bahwa keuntungan bukan sekadar soal nasib. Investasi mengajarkan bahwa hasil bukan sekadar soal waktu yang tepat. Ketiganya memiliki pesan yang sama yaitu kesempatan memang datang sesaat, tetapi kesiapan dibangun selama bertahun-tahun.

Kini setiap kali saya mengingat kata lot-lot, saya tidak lagi membayangkan bola yang menggelinding dari titik penalti menuju gawang. Saya justru membayangkan perjalanan panjang yang tidak terlihat oleh banyak orang yaitu latihan yang melelahkan, keputusan yang penuh risiko, dan kesabaran yang sering kali tidak mendapat tepuk tangan.

Karena pada akhirnya, baik di lapangan hijau, di dunia bisnis, maupun di dunia investasi, keberuntungan hanyalah nama yang diberikan orang lain kepada proses panjang yang tidak mereka saksikan.

 

Penulis adalah Dr. Hartaty Hadady Akademisi Manajemen Investasi, Unkhair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *