Literasi Akuntansi Perkuat Tata Kelola GAPOKAN Tuguiha Mandiri, Dosen Akuntansi FEB Unkhair Gelar PKM

POSTTIMUR.COM, TIDORE – Tim dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Tuguiha, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tata kelola Gabungan Kelompok Nelayan (GAPOKAN) Tuguiha Mandiri melalui penguatan literasi akuntansi dan pendampingan pencatatan keuangan berbasis praktik.

Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Gabungan Kelompok Nelayan (GAPOKAN) Tuguiha Mandiri Melalui Literasi, Pelatihan, dan Pendampingan Akuntansi Berbasis Praktik”, kegiatan dipimpin oleh Rizki Wahyu Utami Ohorella, S.E., M.Ak. bersama tim dosen Prodi Akuntansi FEB Universitas Khairun.

Ketua Tim PKM, Rizki Wahyu Utami Ohorella, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya literasi akuntansi di kalangan pengurus GAPOKAN. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, sebagian besar transaksi keuangan belum dicatat secara sistematis, dana organisasi masih bercampur dengan keuangan pribadi pengurus, serta biaya operasional melaut belum pernah dihitung secara terstruktur.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa akuntansi tidak selalu identik dengan laporan keuangan yang rumit. Hal paling mendasar adalah membangun kebiasaan mencatat setiap transaksi secara tertib dan memisahkan keuangan organisasi dari keuangan pribadi. Dari kebiasaan sederhana inilah tata kelola organisasi dapat tumbuh menjadi lebih baik,” ujar Rizki.

Tim dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun melaksanakan PKM

Menurutnya, literasi akuntansi merupakan fondasi penting bagi organisasi masyarakat, termasuk kelompok nelayan. Dengan pencatatan yang baik, pengurus dapat mengetahui arus kas, menghitung biaya operasional, mengevaluasi usaha kelompok, hingga menyusun rencana pengembangan organisasi secara lebih terarah.

Dalam pelaksanaannya, tim PKM menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, praktik langsung, serta pendampingan. Peserta diperkenalkan dengan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Keuangan Kelompok Nelayan Berbasis Praktik (SPPK-KN) berupa buku kas sederhana yang dirancang sesuai kebutuhan kelompok nelayan. Selain itu, peserta juga memperoleh modul akuntansi praktis sebagai panduan dalam melakukan pencatatan keuangan sehari-hari.

Tidak hanya itu, peserta diajak melakukan simulasi menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) berdasarkan biaya operasional melaut, seperti bahan bakar, logistik, hingga biaya perawatan alat tangkap. Simulasi tersebut diharapkan membantu pengurus menentukan harga jual hasil tangkapan berdasarkan perhitungan biaya yang akurat sehingga usaha kelompok dapat dikelola lebih efisien dan berkelanjutan.

Foto : Peserta kegiatan PKM FEB Unkhair

Ketua GAPOKAN Tuguiha Mandiri, Umar Ismail, mengapresiasi kegiatan PKM yang dinilai sangat bermanfaat bagi pengurus dan anggota kelompok.

“Selama ini pencatatan keuangan belum menjadi budaya dalam organisasi kami. Melalui kegiatan ini kami memahami pentingnya mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran secara tertib agar seluruh anggota mengetahui perkembangan keuangan kelompok secara terbuka. Kami berharap pendampingan dari tim dosen Universitas Khairun dapat terus berlanjut,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan aktif karena materi yang disampaikan berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi kelompok nelayan dalam pengelolaan organisasi sehari-hari.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan awal yang positif. Pengurus GAPOKAN mulai berkomitmen memisahkan dana organisasi dari keuangan pribadi, menggunakan buku kas sebagai media pencatatan transaksi, serta menghitung biaya operasional secara lebih sistematis sebelum menentukan harga jual hasil tangkapan.

Sementara itu, Lurah Tuguiha, Abbas Muhammad, S.E., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat pesisir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen Prodi Akuntansi FEB Universitas Khairun yang telah memilih Kelurahan Tuguiha sebagai lokasi pengabdian. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pengurus GAPOKAN. Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujar Abbas.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM Prodi Akuntansi FEB Universitas Khairun berharap literasi akuntansi dapat menjadi budaya dalam pengelolaan organisasi nelayan. Ke depan, pendampingan dan monitoring akan terus dilakukan agar sistem pencatatan yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara konsisten, sehingga tercipta tata kelola GAPOKAN yang lebih tertib, transparan, profesional, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *