POSTTIMUR.COM, TIDORE– Semangat membangun generasi gemar membaca terus digelorakan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Khairun (Unkhair) Tahap I Tahun 2026 melalui penyelenggaraan Lomba Literasi Anak Toloa di SD Negeri 1 Toloa, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan, pada 21–22 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program KKN Tematik Literasi yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Literasi Nasional. Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Kelurahan Toloa, dan SD Negeri 1 Toloa.

Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinasikan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) La Ode Misirai di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Abdurrahman Senuk, S.E., M.Si.
Lomba Literasi Anak Toloa secara resmi dibuka oleh Kepala Kelurahan Toloa, Salbia Marajabssy, SE, yang menyampaikan apresiasi kepada Universitas Khairun karena menghadirkan program edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Kelurahan Toloa.
Menurutnya, budaya literasi harus ditanamkan sejak dini karena menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Kebiasaan membaca tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta daya saing generasi muda.
“Penguatan literasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, orang tua, dan masyarakat agar budaya membaca benar-benar tumbuh di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi Toloa yang cerdas, kreatif, dan gemar membaca.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala SD Negeri 1 Toloa. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN Tematik Literasi tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan motivasi siswa untuk membaca.
Menurutnya, sejak mahasiswa KKN melaksanakan berbagai program pendampingan literasi di sekolah, terlihat peningkatan antusiasme siswa dalam membaca buku, berdiskusi mengenai isi bacaan, hingga aktif mengikuti berbagai kegiatan literasi.
“Kehadiran mahasiswa KKN memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus belajar dan mengembangkan potensi melalui budaya membaca,” katanya.
Mengusung slogan “Anak Toloa, Jagoan Literasi”, kegiatan ini mengangkat tema “Membaca, Mengulas, dan Berkarya untuk Menemukan Makna di Setiap Cerita.” Tema tersebut menekankan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga memahami isi bacaan, berpikir kritis, serta menuangkan ide dalam berbagai karya kreatif.
Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa KKN menggelar tiga cabang perlombaan, yakni lomba membaca nyaring, lomba mengulas buku, dan lomba menggambar.
Pada hari pertama, lomba membaca nyaring diikuti oleh 28 peserta, lomba mengulas buku diikuti 6 peserta, sedangkan lomba menggambar diikuti 29 peserta. Penilaian lomba mengulas buku dilanjutkan pada hari kedua sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Para peserta tampil penuh percaya diri, menunjukkan kemampuan membaca, memahami isi cerita, hingga mengekspresikan imajinasi melalui gambar. Dukungan guru, mahasiswa KKN, dan masyarakat semakin menambah semangat para peserta mengikuti setiap tahapan lomba.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Khairun berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan minat baca anak-anak sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Lebih dari sekadar program kerja KKN, Lomba Literasi Anak Toloa menjadi bukti sinergi antara Universitas Khairun, Perpustakaan Nasional RI, Pemerintah Kelurahan Toloa, dan SD Negeri 1 Toloa dalam membangun sumber daya manusia melalui penguatan literasi. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut agar budaya membaca semakin mengakar dan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
