Dialog Santai Ba’da Jum’at ForJis Di Coffe Bintang

Daerah1012 Dilihat

Foto : Suasana Acara Ngobrol Ba’da Jum’atan ForJis di Coffe Bintang

TIMURPOST.com, JAKARTA — Wuri Handayani mengajak Joko Widodo pulang ke kampungnya di Solo. “Saya mengajak Pak Jokowi kundur ke Solo, karena rakyat sudah tak tahan diobok-obok”, tandas aktivis perempuan yang juga aktif dalam Forum Solidaritas Buruh Solo.

Acara ngobrol Ba’da Jum’atan ForJis di Coffe Bintang, 3 Desember 2021 diawali makan siang bersama suguhan spesial dari koki Coffe Bintang dan kopi hitamnya yang legit. Hingga suasana ngobrol jadi semakin gayeng berlanjut hingga petang.

Dan Wuri Handayani yang datang khusus dari Solo, ingin menyuarakan ungkapan hati masyarakat Solo.

“Saya kira Pak Jokowi akan lebih nyaman juga jadi rakyat biasa”, tandas Wuri yang terus dicecar oleh moderator Adian Radiatus. Saya pun mesakke pada Pak Jokowi, kata Wuri Handayani tentang sikap banyak orang yang memperlakukan Jokowi seperti boneka itu. Karena dia pun tak bisa apa-apa hingga harus mengikuti remote yang dilakukan orang lain.

“Mbok ya, ngono ya ngono. Ming ora banget-banget, gitu lho”, kata Wuri Handayani menutup keluh kesahnya dihadapan sejumlah aktivis yang hadir diantaranya Indra Sugandi  Kolonel Purnawirawan Marinir Wiji.

Muslim Arbie, sebagai pembicara berikutnya mengungkap 66 janji Joko Widodo dengan melenggang di sawah, sementara beras kita impor, dia main-main ke laut tapi garam kita impor juga, kata Muslim Arbie.

Sebagai panitia penyelenggara reuni 212, Muslim Arbie bersaksi dari Banten kemarin itu ada 12 bus yang tidak boleh masuk Jakarta. Massa alumni 212 dari Bekasi ada 14 bus juga tidak boleh masuk Jakarta. Jadi memang rezim Joko Widodo sangat elergi terhadap ummat Islam. Padahal peserta reuni 212 itu sekarang tidak cuma dihadiri ummat Islam.

Acara reuni 212 kemarin itu dihadiri massa dari Purwakarta, Majakengka dan Karawang serta Jawa Barat sekitarnya. Tapi semua dihadang di tengah jalan.

“Jadi menurut saya, aktivis tidak boleh surut. Meski massa yang terlihat sedikit, itu hanya akal-akalan media yang diminta membungkam kaum pergerakan  agar terkesan tak mendapat sambutan dari rakyat.

Realitas yang sesungguhnya, rakyat pun sudah muak. Karena tema yang diusung kaum pergerakan adalah ingin segera menyelamatkan rakyat dari berbagai tekanan.

Sementara Adian Radiatus, selaku moderator menyimpulkan gerakan massa yang massif sifatnya tampak semakin meningkat eskalasinya yang ditandai maraknya spanduk dan poster meminta Joko Widodo mundur, kata Adian Radiatus menyimpulkan pembicaan dari para nara sumber pada termin pertama.

Dialog pun berlanjut dengan beragam komentar dan pertanyaan serta komentar yang lebih tajam dari sejumlah peserta.

#tp/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *