Polairud Polda Maluku Cari Nelayan Boan Yang Hilang Saat Melaut

TIMURPOST.com, BULA — Polairud Polda Maluku Melakukan proses Pencarian terhadap salah satu nelayan asal Desa  Boan, Kecematan Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku, yang dikatakan hilang saat melaut sejak  pukul 04-00 WIT. Peristiwa itu, kemudian di Laporkan kepada Polairud Polda Maluku di Desa Sesar Kota Bula SBT.

Berdasarkan Informasi yang diterima dari pihak keluarga (korban) bernama Usman Ena kepada Pos Polairud Polda Maluku di Kabupaten SBT. Polairud langsung bergerak cepat untuk melakukan proses pencarian terhadap warga yang hilang saat melaut di perairan Miran Kecematan Gorom Timur pada Minggu, (27/12).

Pada hari jumad 24 Desember 2021 tepat pukul 04-00 WIT (Korban) atas nama Burhanuddin Kaisuku (51), Desa Boan Kecematan Gorom SBT. Pergi melaut untuk mencari ikan dengan menggunakan perahu (body) atau katinting warna biru disekitar perairan Miran kordinat 4°2.651°S-130°28 228 E.

“Informasi yang diterima media ini, korban menggunakan baju warna biru muda dan celana pendek warna ungu. Dan sampai sekarang korban belum kembali dari laut. Sehingga pihak keluarga korban langsung bergegas melaporkan hal ini kepada Pos Polairud Polda, Maluku bertempat di desa sesar Seram Bagian Timur.

Sehingga saat ini, korban belum ditemukan tim terus berupaya setelah menerima laporan tersebut, komandan pos sandar Bripka Muhammad Ridwan Mahu, S.H, melaporkan peristiwa ini kepada pimpinan Direktur Polairud Polda Maluku Kombes Pol. Harun Rosyid, SIK sesuai arahan pimpinan maka pada Minggu 26 Desember 2021 dilakukan kegiatan pencarian/SAR.

Foto : Bripka Muhammad Ridwan Mahu, SH, Saat Memimpin Apel Persiapan Pencarian Korban Hilang

Komandan pos Sandar Bripka Muhammad Ridwan Mahu, SH, mengatakan pencarian dilaksanakan pukul 08.00 WIT-16.00 WIT. Di wilayah perairan pulau parang sampai Pulau Koon Seram Bagian Timur pada kondinat 3°.45 214 ‘ S -131°15.115’ E. Saat di wawancarai media ini di Bula

“Dengan kondisi cuaca mendung, yang disertai angin kencang sehingga menyulitkan Saya dan dua orang personil dalam proses pencarian. Ujar Mahu.

Dijelaskan Mahu, adapun tinggi gelombang yang diperkirakan 1 sampai 2 meter serta kecepatan angin 17-19   KT. Sampai berita ini diterbitkan, pencarian korban nelayan belum ditemukan.

“Sehingga saat ini korban belum ditemukan, tim terus berupaya melakukan pencarian”. Ungkap Bripka Muhammad Ridwan Mahu

#tp/Oskar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *