TIMURPOST.com, HALTENG — Jalan Umum lintas Weda Haltim yang baru-baru ini dikerjakan oleh PT. Intim Kara dan PT. Buli Bangun kini telah menjadi sorotan masyarakat Patani Timur, kab. Halmahera Tengah (Hal-teng).
Pasalnya jalan yang baru saja di aspal kini suda rusak panggal dan kerusakan aspal itu menjadi sorotan masyarakat karna belum dinikmatinya.
Jalan aspal yang dikerjakan oleh PT. Buli Bangun dan PT. Intim Kara di wilayah Patani Utara dan Patani Timur kini rusak para, dan kerjanya dua PT tersebut masing-masing memiliki waktu kontrak yang begitu lama karna dengan sifatnya proyek tersebut adalah Multi Years.
Sesuai dengan pantawan Crew POSTTIMUR.com, disalahsatu akun Facebook milik Muhammad Rizal Damola, menuliskan bahwa “sehubungan dengan adanya beberapa fakta proyek multi Yers (Aspal Hotmix) yang baru saja dikerjakan oleh PT. Buli Bangun dan PT. Intim Kara di Wilaya Patani Utara dan Patani Timur pada tahun 2021 lalu, pada tahun 2022 ini telah di Pantau oleh kalangan Pemuda dan aktivis Mahasiswa dan juga sebagian Masyarakat Patani Timur, telah dan sudah mulai mengalami kerusakan. Padahal pengaspalan jalan tersebut terhitung baru 1 tahun digunakan,” Tulis Rizal diakun fecebooknya.(22/1/2022)
“Jalan aspal yang di kerjakan PT. Buli Bangun tidak efektif. Suda tentu kerja asal-asal dan kurangnya pengawasan terhadap PT tersebut, sehingga belum lama jalan itu diaspal kini suda rusak dan ancur badan jalanya. Ini membuat masyarakat setempat kesal terhadap pemerintah daerah,” sambungnya.
Olehnya itu kami meminta:
1. Pemerintah Daerah segera memutuskan kerjasama Kontrak Pekerjaan Aspal Hotmix di Halteng dengan PT. Buli Bangun
2. Pemerintah Daerah segera mengevaluasi PT. Buli Bangun, terkait pengaspalan di Wilayah Patani Utara dan Patani Timur
3. Pemerintah Daerah segera mencari Perusahaan lain untuk menggantikan PT. Buli Bangun terkai pengaspalan di Halteng
4. Kami menilai PT. Buli Bangun bekerja hanya mencari keuntungan yang lebih besar dan mengabaikan apa yang tertera dalam RAP Pembangunan jalan.
#tp/Fhata











