POSTTIMUR.com, BURU- Bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, menimbulkan kerusakan parah di wilayah pemukiman dan infrastruktur masyarakat.
Sejumlah rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan jembatan utama yang menghubungkan antarwilayah ikut rusak akibat derasnya aliran air.
Merespons kondisi tersebut, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Ambalau Siwar (HIPPMAS) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap lambannya respons dari Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dalam menangani bencana ini.
Baca Juga:
Dana Desa Rp366 Juta Diduga Mangkrak, Inspektorat dan DPMD Dinilai Tutup Mata
Ketua Umum HIPPMAS, Abdul Rauf Solissa, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa hingga saat ini banyak warga terdampak yang belum menerima bantuan memadai, termasuk kebutuhan pokok seperti makanan, selimut, pelayanan kesehatan, dan evakuasi darurat.
“Bencana ini bukan semata-mata akibat faktor alam, tetapi juga cerminan dari lemahnya pengelolaan lingkungan dan infrastruktur mitigasi bencana yang tidak memadai. Kerusakan hutan di hulu, drainase yang buruk, serta tidak adanya sistem peringatan dini membuat situasi semakin buruk dan membahayakan warga,” ujar Abdul Rauf.
HIPPMAS mendesak Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk segera mengambil langkah konkret, di antaranya:
- Membentuk tim tanggap darurat yang aktif dan responsif di lapangan,
- Menyalurkan bantuan secara adil ke seluruh titik terdampak tanpa diskriminasi,
- Menyusun kebijakan pemulihan lingkungan,
- Membangun sistem mitigasi bencana jangka panjang.
Selain itu, HIPPMAS juga menekankan pentingnya transparansi dari pemerintah daerah dalam menyampaikan data dan perkembangan penanganan bencana kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
“Kami berharap peristiwa ini menjadi momentum perubahan dalam pendekatan penanggulangan bencana. Pemerintah tidak boleh lagi bersikap reaktif. Harus ada kebijakan yang berorientasi pada pencegahan dan perlindungan warga,” tutup Abdul Rauf Solissa.
HIPPMAS berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memastikan keselamatan dan hak hidup warga Kecamatan Ambalau terpenuhi secara adil dan bermartabat.
Editor: Ikhy











