
POSTTIMUR.COM, Haltim_ Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menggelar pertemuan penting bersama manajemen PT JAS dan PT ARA untuk membahas persoalan lingkungan yang memicu keresahan masyarakat di wilayah Wasile.
Pertemuan ini menjadi langkah awal pemerintah menuntut pertanggungjawaban dua perusahaan tambang tersebut atas dugaan sedimentasi yang merusak lahan pertanian dan ekosistem perairan.
Keluhan masyarakat mencuat dari tiga desa Batu Raja, Mekar Sari, dan Bumi Restu yang melaporkan aliran sedimentasi telah memasuki area persawahan mereka. Para nelayan di wilayah pesisir Desa Subai Kecamatan Wasile dan Fayaul Kecamatan Wasile Selatan juga mengaku merasakan dampaknya, terutama rusaknya ekosistem laut yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama. Situasi ini menimbulkan tekanan sosial dan ekonomi yang tidak bisa lagi diabaikan.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat, tampil dengan sikap tegas dan berpihak pada masyarakat akar rumput. Ricky memberikan ultimatum keras kepada PT JAS dan PT ARA agar segera mengambil langkah konkret menyelesaikan persoalan sedimentasi yang terjadi.
“Apabila PT JAS dan PT ARA tidak segera menyelesaikan permasalahan sedimentasi yang mengganggu persawahan dan ekosistem laut, maka Pemda Haltim akan mengambil langkah tegas dan terukur,” tegas Ricky.
Ia juga menegaskan bahwa kepentingan masyarakat akan selalu menjadi prioritas Pemerintah Daerah. Karena itu, ia memerintahkan Camat Wasile serta para kepala desa untuk berdiri di garis depan dalam memastikan hak-hak warga dilindungi.
Selain itu, Ricky menugaskan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan untuk melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh. Selain memetakan kerusakan, tim ini juga diminta menyiapkan opsi penindakan, termasuk langkah hukum, tindakan administratif, hingga kemungkinan meninjau kembali dokumen lingkungan kedua perusahaan.
Instruksi tersebut menunjukkan bahwa Pemda Haltim tidak akan memberi ruang bagi kelalaian perusahaan yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Rapat turut dihadiri oleh kepala dinas Pertanian, DPMD, Perikanan, Lingkungan Hidup, PTSP, Perkim, Camat Wasile, para kepala desa Mekar Sari, Bumi Restu, dan Baturaja, serta staf ahli dan Asisten III Pemkab Haltim.(*)










