POSTTIMUR.COM, TIDORE– Komitmen terhadap dunia pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda kembali ditunjukkan oleh anggota Komite III DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf. Melalui timnya, Hasby Yusuf menyerahkan bantuan berupa 50 dos tehel untuk Musala Nurul Tarbiyah di SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh perwakilan guru, M Rifandi Marajabesy. SMAN 2 Kota Tidore Kepulauan merupakan sekolah negeri yang berada di Kelurahan Toloa, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan.
Penyerahan bantuan ini menjadi wujud perhatian terhadap kebutuhan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. Kehadiran Musala Nurul Tarbiyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral, spiritual, dan karakter bagi para siswa.
Mewakili pihak sekolah, M Rifandi Marajabesy menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut akan sangat bermanfaat dalam menunjang berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di musala sekolah.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi kami. Semoga dapat memberikan manfaat bagi para siswa dan seluruh warga sekolah dalam menjalankan aktivitas keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu, tim Hasby Yusuf menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda di Maluku Utara. Selain fokus pada penguatan sektor pendidikan, perhatian terhadap fasilitas dan kegiatan keagamaan juga dinilai penting dalam membentuk karakter serta akhlak generasi penerus bangsa.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan meningkatkan kenyamanan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan di Musala Nurul Tarbiyah. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara wakil daerah dan lembaga pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter dan berintegritas.
Dengan adanya dukungan tersebut, pihak sekolah berharap hubungan baik antara dunia pendidikan dan para pemangku kepentingan terus terjalin demi menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. (*)











