POSTTIMUR.COM, TERNATE- Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Maluku Utara. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nirwan M.T. Ali, Abd. Wahab Hasyim, Abdullah W. Jabid, dan Johan Fahri dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi Problems and Perspectives in Management pada 3 Juni 2026.
Penelitian berjudul “The Mediating Role of Managerial Capabilities in Local Governments: Leadership Style and Strategy Execution” ini mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, transaksional, dan paternalistik terhadap kemampuan manajerial serta pelaksanaan strategi pada pemerintah daerah di Maluku Utara. Penelitian melibatkan 382 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Maluku Utara dengan menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga gaya kepemimpinan tersebut memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kapabilitas manajerial. Kepemimpinan paternalistik memberikan pengaruh sebesar 0,291, kepemimpinan transaksional sebesar 0,283, dan kepemimpinan transformasional sebesar 0,282. Seluruh pengaruh tersebut terbukti signifikan secara statistik.
Namun demikian, hanya kepemimpinan transformasional dan paternalistik yang terbukti berpengaruh langsung terhadap keberhasilan eksekusi strategi pemerintahan. Sebaliknya, kepemimpinan transaksional tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap pelaksanaan strategi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kepemimpinan yang menekankan visi, inspirasi, kedekatan emosional, serta pembinaan bawahan lebih efektif dalam mendorong keberhasilan program-program pemerintah daerah.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa kapabilitas manajerial memiliki pengaruh kuat terhadap keberhasilan eksekusi strategi dengan koefisien sebesar 0,385. Artinya, kemampuan para pejabat dan pimpinan dalam merencanakan, mengelola sumber daya, melakukan koordinasi, serta menyelesaikan masalah menjadi faktor penentu dalam mewujudkan target pembangunan daerah.
Menariknya, kapabilitas manajerial terbukti menjadi variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara gaya kepemimpinan dan keberhasilan pelaksanaan strategi. Dengan kata lain, kepemimpinan yang baik akan menghasilkan kemampuan manajerial yang kuat, dan pada akhirnya meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan serta program pembangunan daerah.
Peneliti menyimpulkan bahwa keberhasilan pelaksanaan strategi pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada gaya kepemimpinan semata, tetapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan manajerial para pejabat birokrasi. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat program pengembangan kepemimpinan yang terintegrasi dengan peningkatan kompetensi manajerial guna mendorong kinerja birokrasi yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi upaya reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan di Maluku Utara, terutama dalam memperkuat kapasitas aparatur untuk menjalankan strategi pembangunan secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. (*)














