POSTTIMUR.COM, HALUT– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Halmahera (UNIERA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) terus mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui program hilirisasi komoditas rempah di Desa MKCM, Kabupaten Halmahera Utara. Pada Jumat (24/7/2026)
Mahasiswa KKN menggelar praktik pembuatan sirup pala sekaligus menyerahkan modul panduan produksi kepada pemerintah desa dan kelompok tani sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil panen masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa MKCM tersebut dihadiri Kepala Desa beserta perangkat desa dan 15 petani penghasil pala dan kelapa. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengolahan hasil pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Selama ini, petani di Desa MKCM lebih banyak memanfaatkan biji dan fuli pala sebagai komoditas utama, sementara daging buah pala sering kali terbuang menjadi limbah. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan solusi melalui pengolahan daging buah pala menjadi sirup yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dengan konsep zero waste dan value added.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai teknik peremajaan tanaman pala agar produktivitas kebun tetap terjaga. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan sirup pala yang dipandu oleh mahasiswa KKN, mulai dari proses pembersihan bahan, perendaman menggunakan air garam untuk mengurangi rasa sepat, perebusan dengan komposisi gula yang tepat, hingga teknik pengemasan yang higienis.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Para petani tidak hanya menyaksikan proses pengolahan, tetapi juga berkesempatan mencicipi hasil produksi serta berdiskusi mengenai peluang pemasaran dan pengembangan usaha berbasis olahan pala.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN secara simbolis menyerahkan Modul Panduan Pembuatan Sirup Pala kepada Kepala Desa MKCM dan perwakilan kelompok tani. Modul tersebut memuat standar operasional prosedur (SOP), resep produksi, panduan higienitas, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), sehingga dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam memproduksi sirup pala secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain memperkenalkan inovasi pengolahan pala, kegiatan ini juga dipadukan dengan edukasi pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket serta pelatihan penetapan harga jual berdasarkan HPP. Kombinasi program tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperbesar margin keuntungan petani.
Koordinator Lapangan KKN Kolaborasi, Mudrika Abd. Asis Aji, mengatakan bahwa program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha di desa.
“Dengan adanya praktik langsung dan modul panduan, kami berharap masyarakat mampu mengembangkan produk olahan pala secara mandiri. Ke depan, Desa MKCM memiliki peluang besar untuk melahirkan UMKM berbasis rempah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, mahasiswa KKN Kolaborasi berharap langkah ini menjadi awal lahirnya ekosistem hilirisasi rempah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Desa MKCM sebagai desa mandiri yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. (*)








