POSTTIMUR.COM, TERNATE- Upaya mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mengatasi persoalan sampah perkotaan terus diperkuat di Kota Ternate. Melalui Project INCLUSION, Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama PT Bio Agromitra Indonesia (Biokonversi) menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Ternate untuk mendorong pertanian inklusif dan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem pangan yang tangguh melalui pendekatan ekonomi sirkular, yakni mengubah sampah organik menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian, urban farming, penghijauan lingkungan, hingga mendukung ketahanan pangan keluarga.

Team Leader Project INCLUSION Maluku Utara, Purwono Budhi Rahmadi, mengatakan bahwa isu pertanian, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
“Pertanian, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat merupakan isu yang saling berkaitan. Karena itu kami mendorong kolaborasi lintas sektor agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh semua pihak, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, petani kecil, dan masyarakat perkotaan,” ujar Purwono.
Melalui Project INCLUSION, Wahana Visi Indonesia memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah, sektor swasta, kelompok tani, organisasi penyandang disabilitas, kelompok perempuan, perguruan tinggi, hingga komunitas lokal. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sejak tahun 2022, pendekatan Inclusive Market Systems Development (iMSD) yang dijalankan bersama PT Bio Agromitra Indonesia telah membuka akses yang lebih luas bagi petani terhadap teknologi pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan pupuk hayati Biokonversi di berbagai wilayah Maluku Utara.
Hingga pertengahan tahun 2026, program tersebut telah menjangkau 6.407 petani, dengan 1.126 petani di antaranya telah mengadopsi penggunaan Biokonversi dalam aktivitas pertanian mereka. Program ini juga menjangkau 959 penyandang disabilitas, sebagai bagian dari komitmen untuk membangun sektor pertanian yang inklusif.
Selain itu, terdapat 34 toko tani aktif yang menjadi bagian dari jaringan distribusi dan penguatan ekosistem pertanian berkelanjutan di Maluku Utara.
Direktur Utama PT Bio Agromitra Indonesia, Isra Darma, menegaskan bahwa pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair merupakan solusi yang tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, pengurangan sampah organik melalui proses biokonversi dapat menjadi langkah konkret dalam mendukung pertanian yang lebih produktif sekaligus membantu mengurangi beban tempat pembuangan sampah.
Pemerintah Kota Ternate turut menyambut baik pengembangan kerja sama tersebut. Program ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi volume sampah perkotaan yang terus meningkat setiap tahun.
Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat, kolaborasi ini diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan bagi masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara secara umum. (*)











