POSTTIMUR.COM, TERNATE– Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) LPPM Tahap I Universitas Khairun menggelar sosialisasi bertajuk “Dari Scroll Menjadi Smart: Membangun Budaya Membaca untuk Generasi Digital yang Unggul” di Gedung LPPM Kampus II Universitas Khairun, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya nyata mahasiswa KKN dalam mengajak generasi muda mengubah kebiasaan konsumsi informasi yang sekadar scrolling menjadi budaya membaca yang lebih kritis, cerdas, dan produktif. Sosialisasi diikuti oleh mahasiswa serta masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi mengenai pentingnya literasi digital di era teknologi.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, derasnya arus konten digital juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, rendahnya budaya membaca, hingga minimnya kemampuan berpikir kritis. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN LPPM Tahap I Universitas Khairun menghadirkan ruang edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital.
Kegiatan dibuka dengan sambutan panitia, kemudian dipandu moderator Sridewi Sahputri yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif.
Dua narasumber kompeten dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Diana Joisangadji, S.H., M.Si, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate yang mewakili Kepala Dinas Hj. Safiah M. Nur, S.E., serta M. Zainurrahman T. A. Samad, Duta Bahasa Provinsi Maluku Utara.
Dalam pemaparannya, Diana Joisangadji menegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kecakapan memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi secara efektif, aman, dan bertanggung jawab.
Ia mengungkapkan bahwa tingkat literasi digital Indonesia masih berada pada kategori sedang dan menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Literasi digital bukan hanya tentang bisa menggunakan gawai, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakan teknologi dengan bijak, etis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, M. Zainurrahman T. A. Samad menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan masyarakat dari level kompetensi dasar menuju transformasi digital. Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya, menghormati hak cipta, serta membangun ruang digital yang sehat dan produktif.
“Untuk menghadapi tantangan di era digital, masyarakat perlu meningkatkan kemampuan dari level kompetensi dasar hingga transformasi digital, serta menerapkan langkah-langkah praktis seperti verifikasi informasi untuk menghindari hoaks dan penghormatan terhadap hak cipta, demi menciptakan ekosistem digital yang lebih cerdas, aman, dan produktif,” tegasnya.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap peserta mampu mengubah kebiasaan digital menjadi aktivitas yang lebih bermakna dengan membangun budaya membaca secara kritis, mendalam, dan berkelanjutan. Pasalnya, generasi unggul di era digital bukanlah mereka yang paling cepat menggulir layar, melainkan mereka yang mampu menyaring informasi, berpikir kritis, serta memperluas wawasan melalui budaya membaca.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengembangkan budaya literasi di lingkungan masing-masing. Mahasiswa KKN LPPM Tahap I Universitas Khairun juga berencana melanjutkan program edukasi serupa sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam mencetak generasi digital yang cerdas, adaptif, dan berkarakter. (*)








