Oleh : Ah’dao Sistem pemerintahan Indonesia telah lama bergelut dengan residu otoritarianisme. Ironisnya, ketika diskursus demokrasi diagungkan di level nasional, praktik tangan besi justru tumbuh subur di unit terkecil negara: Desa. Di Desa Pelita, Kecamatan Mandioli Utara, Halmahera Selatan, kita sedang menyaksikan sebuah anomali—ketika kepemimpinan desa terjebak dalam syahwat kekuasaan yang represif, mengatasnamakan “ketegasan” untuk […]
Dies Natalis HMI: Di Mana Posisi Kader Saat Maluku Utara Berkelindan Kepentingan?
Oleh: Rahmat Libahongi,S.H.,M.H Setiap Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) selalu menghadirkan momentum refleksi. Bukan sekadar menandai usia organisasi, tetapi menjadi ruang evaluasi atas sejauh mana Insan Cita masih bernapas dalam realitas sosial yang terus berubah. Di Maluku Utara, refleksi itu terasa semakin relevan bahkan mendesak ketika ruang publik kian dipenuhi silang kepentingan politik, ekonomi, […]
Harapan Baru Itu Bernama Malut United
Oleh: Rizal I. Muhammad, SE Jubir The Salawaku Di ufuk timur Indonesia berdiri kokoh sebuah klub profesionalisme dengan berlandasan identitas kedaerahan Publik Sepak Bola menyebutnya Maluku Utara United Football Club (Malut United FC), dalam perkembangan nya Malut United menjadi bahan perbincangan pecinta sepak bola nasional. Malut United bukan hanya sebuah klub yang menjadi kebanggaan bersama namun […]
Dipersimpangan Jalan: Antara Memilih Manfaat atau Sekedar Serapan
Oleh: Muhammad Fajri, S. SOS, MM, ME Direktur Studi Pembangunan Desa – SIBUA MALUT Pembangunan nasional pada hakikatnya merupakan upaya transformasi berkelanjutan yang mencakup seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Secara filosofis, pembangunan ini bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan manifestasi dari cita-cita luhur bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata. […]
Sikap Rakyat di Tengah Wacana Kemunduran Demokrasi
Oleh: Edhyson BADKO HMI: PB/PBD Demokrasi merupakan bentuk penghargaan terhadap hak-hak warga negara Indonesia yang melekat pada setiap manusia yang hidup di atas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demokrasi lahir beriringan dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Namun, dalam praktiknya, penerapan demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya berjalan secara utuh dan konsisten. Demokrasi mengalami rotasi […]
Luka Yang Didandani Dengan Retorika: Konsekuensi Pembangunan
Oleh: Hantu Laut Pada tahun 1990 istilah deforestation seperti menampar dan memberi alarm bahaya dibelahan bumi barat. Seperti Ada tamparan yang membuka mata umat manusia bahwa bumi ini bukan tempat kosong yang tak berujung. Kata itu muncul dari kecemasan atau kewaspadaan tentang karbon yang semakin hilang, suatu wasiat gelap masa depan yang selama ini disimpan […]
Simbolik Tiang Alif Masjid Al-Muhajirin dalam Khazanah Filsafat Islam
Oleh: Sahib Munawar.S.Pd,I.M.,Pd Dalam Khazanah Filsafat IsIam dan tradisi Arsitektur, secara simbolik bahwa: Tiang Alif dan Kubah Masjid merupakan representasi mendalam mengenai ketauhidan, spiritualitas, dan hubungan antara pencipta (Ilahi) dan makhluk. Khusus di wilayah Indonesia bagian Timur yakni di Maluku Utara. Tiang Alif adalah mahkota Masjid yang memiliki makna yang begitu sakral yang diyakini oleh […]
Sumitronomics dan Visi Ekonomi Hati, Menakar Peran ISEI dalam Tranformasi Maluku Utara
Oleh: Muhammad Fajri, S. SOS, MM, ME Pengurus ISEI MALUKU UTARA Dalam sebuah negara, manusia tidak hanya hidup sebagai individu, melainkan sebagai bagian dari entitas kolektif yang lebih besar. Lahirnya sebuah organisasi merupakan manifestasi dari naluri alamiah manusia sebagai makhluk sosial (zoon politikon) yang selalu berupaya untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama. Secara fundamental, […]
Catatan Singkat untuk Mengambil Pelajaran: Leon Trotsky
Oleh : M. Maizul & Lev Letor “Hidup bukanlah perkara mudah.. Anda tidak dapat menjalaninya tanpa jatuh ke dalam frustasi dan sinisme kecuali Anda memiliki gagasan besar yang mengangkat Anda di atas kesengsaraan pribadi, di atas kelemahan, di atas segala macam pengkhianatan dan kehinaan”. [Leon Trotsky] Kaum muda dan para pegiat literasi bahkan kelompok Gerakan […]
Branding Kota Mati: Bagaimana Merumuskan City-Branding yang Gagal
Oleh: Dr. Muhammad Rachmat, MSc Akademisi Bidang Merek, FEB Universitas Khairun Ternate Lupakan slogan megah dan landmark ikonik. Pertaruhan sejati dalam branding kota bukanlah pada desain grafis atau kampanye iklan, atau banyaknya festival, melainkan pada pikiran dan hati penduduk yang menjadikannya rumah. Kita sering menyaksikan cerita yang sama: sebuah kota menghabiskan jutaan untuk logo baru […]
