PTKP Demo BNPB Pusat Terkait Kasus Korupsi OTT Pengadan Barang dan Jasa di Kolaka Timur

Foto : Masa Aksi PTKP saat Berorasi dan Bakar Ban di Depan Kantor BNPB Pusat

TIMURPOST.com, JAKARTA — Pemerhati Transparansi dan Kebijakan Publik (PTKP) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat pada Jumat, (26/11/2021).

Masa aksi menuntut agar KPK juga menetapkan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan (BNPB) sebagai tersangka karena diduga kuat terlibat dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Anzarullah dan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur terkait pengadaan barang/jasa dana Hibah dari BNPB.

Dalam pres rilis yang diterima POSTTIMUR.com, dari korlap aksi Alu Loilatu menerangkan bahwa “Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Prasinta Dewi”.

Dewi dipanggil untuk dimintai keterangan seputar kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kabupaten Kolaka Timur (Pemkab Koltim). Pengadaan barang dan jasa tersebut berasal dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AZR (Anzarullah) Kepala BPBD Koltim),” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (7/10/2021).

KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim Anzarullah sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Koltim. Pengadaan barang dan jasa tersebut berasal dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kasus ini bermula pada Maret hingga Agustus 2021 dimana Bupati Andi dan Anzarullah menyusun proposal dana hibah BNPB berupa dana rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) serta dana siap pakai (DSP). Setelah proposal tersebut jadi, keduanya mendatangi kantor BNPB Pusat di Jakarta pada awal September 2021.

Mereka menyampaikan paparan terkait dengan pengajuan dana hibah logistik dan peralatan, dimana Pemkab Kolaka Timur memperoleh dana hibah BNPB yaitu hibah relokasi dan rekonstruksi senilai Rp. 26,9 Miliar dan hibah dana siap pakai senilai Rp. 12,1 Miliar.

Tindak lanjut atas pemaparan tersebut, Anzarullah meminta Bupati Andi agar beberapa proyek pekerjaan fisik yang bersumber dari dana hibah BNPB tersebut nantinya dilaksanakan oleh orang-orang kepercayaannya dan pihak-pihak lain yang membantu mengurus agar dana hibah tersebut cair ke Pemkab Kolaka Timur.

Anzarullah kemudian menerima pengerjaan paket belanja jasa konsultansi perencanaan pekerjaan jembatan 2 unit di Kecamatan Ueesi senilai Rp. 714 juta dan belanja jasa konsultansi perencanaan pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluiwoi senilai Rp. 175 juta akan dikerjakan oleh Anzarullah.

Bupati Andi menyetujui permintaan Anzarullah dan sepakat akan memberikan fee kepada Bupati Andi sebesar 30%. Sebagai realisasi kesepakatan, Bupati Andi diduga meminta uang sebesar Rp. 250 juta atas 2 proyek pekerjaan yang akan didapatkan Anzarullah tersebut.

Anzarullah kemudian menyerahkan uang sebesar Rp. 25 Juta lebih dahulu kepada Bupati Andi dan sisanya sebesar Rp. 225 juta sepakat akan diserahkan di rumah pribadi Bupati Andi. Namun saat hendak penyerahan, mereka terjaring operasi tangkap tangan tim penindakan.

Pada aksi tersebut masa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan antara lain :

1. KPK Periksa kembali Prasinta Dewi Deputi bidang logistik dan peralatan BNPB yang di duga kuat terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang/jasa di kolaka timur

2. KPK segera tindak lanjuti dan tahan atas pemeriksaan Deputi Bidang Logistik dan peralatan BNPB Prasinta dewi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang/jasa di kolaka timur

3. Wajib mundur prasinta dewi sebagai pejabat BNPB yang bermasalah dengan hukum

4. KPK segera bertindak tegas atas keterlibatan Prasinta dewi dalam kasus dugaan korupsi senilai 26,9 miliar dana hiba dari BNPB yang siap di pakai 12,1 miliar dengan pengalokasian yang tidak sewajarnya dil-dilan pemberian Fee kepada Bupati kolaka timur 30%

#tp/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *