Carut Marut Penerbitan Izin Tambang Di Maluku Utara, DPP KNPI Desak Penegak Hukum Tindak Tegas Pemerintah Provinsi

Berita443 Dilihat

TIMURPOST.com, JAKARTA, Muhammad Nurul Haq, Ketua DPP KNPI mendesak kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas carut marut perizin tambang dalam wilyah provinsi Maluku Utara berujung pada meruginya pendapatan Daerah, (6/11/2022)

Menurut Muhammad Nurul Haq, sapaan akrab Mamat, bahwa carut marut dugaan penyimpangan izin tambang di Provinsi Maluku Utara sangat berdampak terhadap dugaan menyalahi prosedur penerbitan izin tambang yang tumpang tindih.

”Seperti back Date data data IUP,WIUP dan izin AMDAL, masih saja berlangsung seperti tanpa ada pelanggaran yang sedang terjadi didepan mata dan kejadian tersebut hanya dianggap biasa biasa saja”,

”pembiaran yang berlangsung terus menerus tanpa ada penindakan atau pengawasan dari pihak internal pemprov Maluku Utara”.

Lanjut Mamat, bahwa pembiaran tersebut apabila tidak dihentikan oleh pemerintah provinsi maluku utara akan berdampak luas pada penurunan penerimaan pendapatan daerah dan bisa jadi menguntungkan oknum oknum birokrat maupun pihak luar yang dengan sengaja menabrak aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi,

Maka dari itu kami mendesak kepada pihak-pihak penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Kepolisian Daerah Maluku Utara untuk bergerak cepat menindak tegas kepada oknum birokrat dan para calo untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. ”Tutur mamat

Tegas mamat bahwa kami akan mengawal proses penerbitan izin tambang ini yang carut marut hingga berjalan normal sesuai denga aturan yang berlaku, hingga aparat penegak hukum benar-benar serius menindak terhadap oknum birokrat dan calo.

Agar tidak terjadi pembiaran yang terjadi dilapangan hingga carut marut penerbitan perizinan yang sangat merugikan daerah

Kami dari DPP KNPI memberi apresiasi yang tinggi kepada aparat penegak hukum di maluku utara yang telah memanggil pihak pihak terkait soal tumpang tindih lahan IUP. ”Tutup Mamat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *