Cahaya Untuk Seseorang

Opini1799 Dilihat

Oleh: Muhammad Fadly Jufri (King Laef)

Sepasang nyawa yang rela tuang nyali
Bertarung takdir dalam tudung keyakinan
Kita hidup bukan dizaman para kafilah yang menulis kisah di pelepah daun kurma
Maka aku merapal pinta dalam kenangan kata untuk mata dalam genangan.

YA-HUjan basahi akar…
tak luput restu dari sang maha pengatur kejadian
Ketika nanti cahaya dalam perjalananku padam bersama dengan tiap jumawa rindu
Usaplah doa lama yang tersimpan dalam lampu, yang kita mempercayainya ajaib
Meskipun kini kadang raib, menjelma diamnya dalam magrib.
Beharap tertib dalam gerak, mengimani yang nyata maupun yang ghaib

Aku percaya!! Hidup berjalan sesuai anonim pola
Karena seusai ditempah dari beberapa panas kehendak
Aku semakin bermandikan percaya
Bahwa yang buruk adalah bagian murni dari setengah diri.

Hitunglah, ramai sekali manusia berlomba-lomba
Menjaga image agar di stempel terbaik lalu berbangga
Padahal di dasar laut malu, ada tinja yang sedang menunggu
Untuk di kremasi dengan api sebagai kunci.

Dari arah beda, kita adalah sepasang mata yang tak bosan
saling memandang dengan sejuta percakapan gila di pandora
Itulah alasan aku tak menaruh doa dilangit hanya nyaring di bawah tanah
Semedi sambil pegang kemudi harap takdir pulang ke asal..Rumah…

Hati dan mitos mencari puing-puing rusuk hawa
Akhir melengkung indah tatap titik BA pada indah matanya.
Semesta kupeluk atas nama cinta tanpa kata-kata
Rasa dan Rahasia, kau adalah kepunyaanku dalam sastra

Bila ada yang datang menawarkan hati berjanji puitis nyaman
Yakinlah! Anyaman ini lebih berharga dari harga mereka ber-prasangka
Kita adalah gagal yang dipercayakan saling menggenapi
Memayungi luka, memetik angin untuk badai-badai nanti.

Tetaplah menjadi seperti adanya Asmi
Karena aku bukanlah Pemuda Kahfi
Terjebak lelap dengan putaran dadu-dadu hoki
Sehati, Dari akal sampai Guf terjaga Nur dalam bakti.

Sumpah, Aku mencintai tiap sifat dalam baris DNA-mu
Tak merayu, Seumur hidup itu terlalu panjang sayang
Kita tidak tahu esok, apa yang terjadi, maka rantaulah ke batinku
Selama kau masih tersenyum, duniaku masih baik-baik saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *