POSTTIMUR.com, TERNATE- Kepala Bidang Pengabdian Anggota dan Organisasi (PAO) Himpunan Mahasiswa Taliabu (HMT) Cabang Ternate bersama Ketua Komisariat HMT Ternate Utara mendesak Pengurus Besar HMT (PB HMT) untuk segera mengambil sikap tegas terhadap Perusahaan Daerah Air Minum dan Air Mineral (PDAAM) Kabupaten Pulau Taliabu terkait lambannya penyelesaian persoalan air bersih di Desa Limbo dan Lohobuba, Kecamatan Taliabu Barat Laut. Kamis (19/6).
Menurut mereka, hingga pertengahan tahun 2025, belum ada kejelasan maupun transparansi dari PDAAM terkait progres penyaluran air bersih yang layak bagi masyarakat di dua desa tersebut, yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
“Kami mendesak PB HMT untuk tidak lagi berdiam diri. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat. Sudah terlalu lama warga Desa Limbo dan Lohobuba menunggu janji-janji yang tak kunjung direalisasikan,” tegas Kabid PAO HMT Cabang Ternate.
Senada, Ketua Komisariat HMT Ternate Utara menilai bahwa PB HMT harus bersikap lebih progresif dan berpihak pada kepentingan masyarakat Taliabu.
Baca Juga:
Kabid PAO HMT Cabang Ternate Kecam Ketidakpedulian PB HMT terhadap Isu di Pulau Taliabu
Ia menekankan bahwa PB HMT tidak boleh hanya fokus pada isu-isu tertentu, melainkan juga harus serius menyoroti persoalan air bersih di Desa Limbo dan Lohobuba.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Jika PB HMT tidak segera menyikapi persoalan ini, maka kami akan menganggap mereka kehilangan kepedulian terhadap rakyat Taliabu. Kami mendesak PB segera bersurat secara resmi dan meminta penjelasan dari PDAAM mengenai progres program air bersih tersebut,” ujarnya.
Keduanya menegaskan akan terus mengawal dan menyuarakan persoalan ini hingga ada respons konkret dari PDAAM maupun langkah nyata dari PB HMT. Bahkan, mereka membuka kemungkinan untuk menggalang aksi mahasiswa sebagai bentuk tekanan, jika tuntutan ini terus diabaikan.
Editor: Ikhy










