POSTTIMUR.com, TERNATE- Pernyataan Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, mengenai isu kepindahan Ciro Alves dan kritiknya terhadap penyebaran informasi oleh sebagian suporter menuai respons keras dari kelompok suporter The SALAWAKU. Mereka menilai pernyataan Asghar telah menyudutkan fans dan meminta manajemen klub melakukan evaluasi.
Sebelumnya, Asghar Saleh menegaskan bahwa Ciro Alves tetap menjadi bagian penting Malut United hingga tahun 2027, sekaligus menepis rumor kembalinya sang pemain ke Persib Bandung. Ia juga menyayangkan banyaknya informasi tidak valid yang beredar di media sosial, serta menilai sebagian fans ikut menyebarkan kabar tersebut tanpa verifikasi.
“Asgar Saleh mengatakan bahwa Ciro Alves tidak akan ke mana-mana dan tetap berjuang bersama Laskar Kie Raha. Rumor yang beredar itu informasi sampah, dan semestinya fans memastikan kebenarannya sebelum ikut menyebarkan,” demikian kutipannya dalam unggahan di Facebook.
Menurut Asghar, maraknya kabar miring tanpa verifikasi dapat mengganggu ketenangan tim, dan menjadi bagian dari agenda pihak lawan untuk mempengaruhi stabilitas klub. Ia menilai masih banyak fans yang belum memahami pentingnya melawan hoaks demi menjaga performa tim.
Sekali lagi dalam kasus ini atau beberapa kasus lain yang mengganggu – para fans ikut bermain dalam agenda setting lawan. Saya bahkan tak melihat ada bantahan terhadap informasi sampah ini. Tak ada pula “kreatifitas” untuk mengganggu ketenangan rival.
Namun pernyataan itu justru memicu keberatan dari The SALAWAKU. Juru bicara The SALAWAKU, Rizal I. Muhammad, secara terbuka meminta manajemen, khususnya owner Malut United David Glenn, mengevaluasi kinerja Wakil Manajer tersebut.
“The SALAWAKU secara kelembagaan mendesak manajemen Malut United, dengan segala hormat kepada owner Bapak David Glen, agar segera mengevaluasi kinerja Asghar Saleh yang mengeluarkan pernyataan menyudutkan fans,” ujar Rizal.
Nada serupa disampaikan Sekjen The SALAWAKU, Nyong Barakati. Ia menilai ini bukan pertama kalinya Asghar mengeluarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas dan menyinggung suporter.
“Sudah dua kali dalam momentum berbeda beliau membuat pernyataan yang menyentil fans. Misalnya saat polemik status Gelora Kie Raha beberapa bulan lalu, dan kini soal postingan yang mengatakan fans ikut agenda setting lawan. Ini pernyataan keliru dan sangat kami sesali,” tegas Nyong Barakati.
The SALAWAKU menilai bahwa fans adalah aset penting klub dan semestinya dihargai, apalagi di tengah meningkatnya dukungan publik terhadap Malut United di Liga 1. (*)

















