POSTTIMUR.COM, HALBAR- Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Toniku, Kabupaten Halmahera Barat. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan branding produk melalui kreasi label dan desain kemasan modern agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang semakin kompetitif.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dipimpin oleh Ketua Tim PKM FEB Unkhair, Yetty, SE., M.Si., bersama tim dosen yang terdiri atas Muhammad Khotib, SE., M.Si., Dr. Muamil Sunan, SE., MP., M.AP., dan M. Nur Gamtohe, SE., ME.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Toniku ini mendapat sambutan antusias dari pemerintah desa dan para pelaku UMKM. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Toniku, Sekretaris Desa, perangkat desa, serta puluhan pelaku usaha yang bergerak di bidang olahan pangan, hasil perikanan, dan berbagai produk unggulan lokal.
Mengusung tema “Penguatan Branding Produk UMKM Melalui Kreasi Label dan Kemasan”, Yetty, SE., M.Si. menjelaskan bahwa kualitas produk yang baik harus didukung oleh tampilan visual yang menarik agar mampu bersaing di pasar modern maupun platform digital.
Menurutnya, kemasan kini bukan hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi identitas dan media promosi yang mampu membangun kepercayaan konsumen.
“Produk-produk unggulan Desa Toniku memiliki kualitas yang sangat baik. Namun, agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas, diperlukan kemasan yang menarik, label yang informatif, serta identitas merek yang kuat. Dengan branding yang tepat, nilai jual produk akan meningkat dan lebih mudah diterima oleh konsumen,” jelas Yetty.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai konsep desain kemasan modern, mulai dari penggunaan standing pouch, kemasan boks minimalis, pemilihan warna, penyusunan informasi produk, hingga teknik membangun logo dan merek dagang yang mudah diingat.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para pelaku UMKM tidak hanya menerima materi, tetapi juga berkonsultasi langsung mengenai desain kemasan dan merek yang sesuai dengan karakter produk masing-masing.
Kepala Desa Toniku menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM FEB Unkhair yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi UMKM desa adalah lemahnya aspek pemasaran akibat kemasan produk yang masih sederhana.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim PKM FEB Universitas Khairun. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Pemerintah desa siap bersinergi melalui BUMDes untuk mendukung pengembangan dan distribusi produk UMKM ke depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM FEB Unkhair berharap pelaku UMKM Desa Toniku semakin percaya diri dalam memasarkan produknya, baik di tingkat lokal maupun regional. Branding yang kuat diyakini akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, Tim PKM FEB Unkhair juga akan memberikan pendampingan lanjutan berupa asistensi pembuatan logo dan penyempurnaan desain kemasan bagi produk-produk unggulan Desa Toniku. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara tim pengabdi, pemerintah desa, dan seluruh peserta sebagai simbol kolaborasi dalam membangun UMKM yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing. (*)
















