POSTTIMUR.COM, SORONG- Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, menggelar Dialog Publik bertema “Sinergi Pemerintah, Masyarakat Adat, Pemuda, Akademisi, dan Dunia Usaha dalam Mengoptimalkan Potensi Lokal untuk Mendukung Keberhasilan Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan di Kabupaten Sorong.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah yang berpihak kepada masyarakat.
Dialog publik tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Sorong, tokoh masyarakat adat, organisasi kepemudaan, akademisi, organisasi Cipayung Se-Sorong Raya, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, masyarakat umum, Ketua Intelektual Muda Moi, hingga Ketua Anak Jalan (AJ). Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan besarnya komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Sorong secara inklusif dan berkelanjutan.
Ketua BMP Kabupaten Sorong, Imanuel Mobalen, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat adat, generasi muda, akademisi, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi lokal di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Sinergi seluruh elemen masyarakat merupakan kunci untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sorong. Potensi daerah harus dikelola secara bijak agar mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa mengabaikan nilai budaya dan kelestarian lingkungan,” ujar Imanuel.
Dialog publik ini menghadirkan dua narasumber, yakni Luther Salamala, S.Pd., M.AP, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Sorong, serta Iptu H. Muhamad Asril, S.H., M.H., dari unsur Kepolisian.
Dalam pemaparannya, Iptu H. Muhamad Asril menekankan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab kepolisian yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi fondasi utama agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Luther Salamala menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang terbuka, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen bersama dalam melahirkan kebijakan yang inklusif. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, serta pembangunan yang tetap menghormati hak-hak masyarakat adat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Selama dialog berlangsung, berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan ekonomi lokal, perlindungan hak ulayat masyarakat adat, investasi yang berpihak kepada masyarakat, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Para peserta juga menyampaikan berbagai gagasan dan rekomendasi sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif.
BMP Kabupaten Sorong berharap hasil dialog publik ini dapat menjadi rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sorong dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Selain itu, forum ini diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong serta membangun komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Sorong yang maju, mandiri, sejahtera, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.
Melalui kegiatan ini, BMP Kabupaten Sorong kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah. Dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pemuda, akademisi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat, BMP optimistis pembangunan di Kabupaten Sorong dapat berjalan lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)












